ROKAN HULU, UTUSANRIAU.CO - Warga Kecamatan Tambusai, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) menuding, bahwa sejak berdirinya Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PT Gunung Sawit Mas (GSM) pada 2013 silam, kerusakan jalan di daerah itu terus terjadi.
Akibat tingginya truk pengangkut tandan buah segar (TBS) kelapa sawit yang melebihi tonase, beberapa titik ruas jalan antara Dalu-dalu hingga Desa Rantau Panjang mengalami kerusakan.
Tokoh Masyarakat Rantau Panjang, Safril Amran, mengungkapkan jalan di daerah mereka rusak, karena truk colt diesel yang lalu lalang mengangkut TBS kelapa sawit hingga 15 ton. Padahal, jalan itu hanya bisa dilewati truk bermuatan 8 ton.
"Bagaimana tidak rusak jalan jika seperti ini," kata M. Saleh Hasibuan pada aksi damai ratusan warga Rantau Panjang, kemarin.
Sementara, Humas PKS PT GSM, Safril Amran mengakui masalah keluhan warga terkait kerusakan jalan telah ditanggulangi oleh perusahaan.
Seperti semenisasi jalan 50 meter di Desa Rantau Panjang. Diakuinya, jalan itu sesuai pengajuan warga kepada pihak perusahaan.
Meski Safril mengakui telah memperbaiki jalan, namun kondisi di lapangan terbalik. Dari pantauan riauterkini.com, beberapa titik jalan aspal masih mengalami kerusakan parah.
Memang, jalan aspal ditimbun oleh pasir batu, tanpa disiram aspal. Dampaknya, debu beterbangan ke rumah warga saat truk pengangkut TBS kelapa sawit lewat.
Kerusakan jalan parah juga terjadi persis di depan Kantor Lurah Tambusai Tengah, Kecamatan Tambusai. Mirisnya, meski kerusakan sudah lama, namun hingga kini belum juga diperbaiki oleh pihak PKS PT GSM.** (Ar)
###