‎UMRI Kukuhkan 418 Lulusan, Perdana 11 Lulusan dari Program Pascasarjana

‎UMRI Kukuhkan 418 Lulusan, Perdana 11 Lulusan dari Program Pascasarjana
‎UMRI Kukuhkan 418 Lulusan, Perdana 11 Lulusan dari Program Pascasarjana

UTUSANRIAU.CO, PEKANBARU - Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) secara resmi menggelar Sidang Senat Terbuka dalam rangka Wisuda Magister, Sarjana, dan Diploma Tiga ke-30 Tahun Akademik 2025/2026 pada Sabtu (9/5/2026) yang dilaksanakan di Kampus Utama UMRI Jalan Tuanku Tambusai Pekanbaru.

‎Pada wisuda kali ini, UMRI meluluskan sebanyak 418 wisudawan dan wisudawati yang berasal dari sembilan fakultas serta sekolah pascasarjana. Jumlah tersebut terdiri dari 191 laki-laki dan 227 perempuan.

‎Rektor UMRI Saidul Amin dalam sambutan sidang terbuka Pasca Sarjana, Sarjana dan di Diploma UMRI ke 30 tahun akademik 2025/2026 menyampaikan bahwasanya wisudawan sebanyak 418 ini terdiri dari 8 fakultas dan sekolah pasca sarjana.

‎Berdasarkan sebaran agama mayoritas beragama Islam sebanyak 392 orang, protestan 24 orang dan Katolik 2 orang.

‎"Keberagaman beragama ini menjadi cerminan suasana akademik UMRI yang inklusif dan harmonis dan menjunjung tinggi nilai-nilai kebersamaan," ungkap Saidul.

‎Dalam waktu yang sama Saidul menyampaikan bahwasanyamemasuki usia yang ke 18 tahun UMRI terus berkomitmen meningkatkan kualitas dan mutu pendidikan.

‎Saat ini, UMRI memiliki 32 Program Studi, 2 program magister yang tersebar di 9 fakultas serta sekolah pascasarjana. 

‎Di tahun 2026, UMRI juga mencatatkan sejarah dengan melahirkan dua guru besar dari internal kampus. 

‎Dalam sambutannya, Rektor berpesan kepada para wisudawan agar jangan menjadi lulusan yang hanys cerdas secara intelektual namun juga kuat secara karakter dan memberikan kontribusi nyata bagi umat bangsa dan kemanusiaan.

‎Rektor juga berpesan bahwa setelah wisuda mereka akan meninggalkan kampus tercinta. Setelah itu, mereka menjadi duta-duta persyarikatan.

‎Wisudawanlah yang akan jadi penentu harum dan busuknya Umri di tengah masyarakat.

‎Karena itu dia berharap wisudawan mampu mencerahkan dan menjadi pelita di tengah kegelapan

‎Sementara, Kepala Kopertais Wilayah XII, Prof Leny Nofianti menyampaikan tahniah kepada para wisudawan.

‎Dia juga mengucapkan terima kasih serta apresiasi kepada para dosen dan tenaga pendidik yang telah mendampingi mahasiswa selama proses pembelajaran, penelitian serta pengabdian hingga para mahasiswa diwisuda pada hari ini.

‎Rektor Universitas Islam Negeri Suska Riau ini menambahkan, tugas perguruan tinggi saat ini tidak hanya bertugas menyampaikan ilmu pengetahuan saja namun juga membentuk karakter.

‎Menurut dia, membentuk karakter menjadi tugas berat bagi perguruan tinggi.

‎"Dimana perguruan tinggi tidak bisa memisahkan ilmu dari nilai, nalar dari iman dan sain dari etika, inilah makna sebenarnya dari ilmu," ucapnya.

‎Di tempat waktu yang sama Dr Nopriadi Kepala LLDIKTI Wilayah XVII, juga memberikan selamat kepada UMRI yang telah melaksanakan wisuda ke-30.

‎Bahwasanya angka ini bukan sekedar angka statistik namun namun komitmen UMRI dalam menjaga mutu pendidikan di wilayah XVII.

‎Disampaikannya, untuk disyukuri UMRI saat ini sudah terakreditasi Baik Sekali.

‎Dia berharap, ke depan akreditasi itu bisa menjadi Unggul dan Internasional.

‎Nopriadi juga mengapresiasi kemajuan UMRI berdasarkan pangkalan data LLDIKTI tercatat adalah 15.563 mahasiswa.

‎Ini menunjukkan bahwa UMRI menjadi kampus swasta dengan jumlah mahasiswa terbanyak kedua di Riau dan Kepulauan Riau.

‎" ni menunjukkan UMRI semakin mendapat kepercayaan di masyarakat bahwasanya secara kualitas pendidikan lebih baik," ucapnya.

‎Dalam sidang senat terbuka ini juga dilaksanakan orasi ilmiah oleh Hanif Faisol Nurofiq selaku Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Indonesia.

‎Dalam orasinya menyampaikan beberapa agenda Pemerintah yaitu bangsa Indonesia bergerak menuju ketahanan pangan kemandirian dan kedaulatan pangan.

‎Ia mengatakan Indonesia memiliki kekayaan alam yang sangat besar baik di darat maupun di lautnya.

‎"Dengan potensi -potensi Sumber Daya yang ada juga bonus demografis dengan 67,8 % adalah usia produktif dan ini menjadi momentum penting dalam memanfaatkan sumberdaya yang ada untuk membangun kemajuan Indonesia" ucapnya. 

‎Wamenko ini juga menyampaikan program prioritas lainnya adalah memberikan makan bergizi gratis atau MBG.

‎MBG, katanya, merupakan program menyiapkan sumber daya manusia (SDM) berkualitas dengan generasi sehat, cerdas dan produktif.

‎Pemerintah, tuturnya, menganggap program ini menjadi investasi jangka panjang dalam pembangunan pemerintah ke depannya. 

‎Arah kebijakan pangan nasional kedepannya tidak hanya peningkatan produksi tetapi pada penguatan lembaga dan ekonomi rakyat, pemerataan distribusi, peningkatan gizi, pemberdayaan masyarakat dan keberlanjutan lingkungan.

‎"Membangun ekosistem pangan yang kuat dari desa bergerak melalui masyarakat dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat" ucapnya. **kim

Berita Lainnya

Index