Rekening diblokir,130 guru dan Karyawan YPW Terancam tak Naik Gaji

Rekening diblokir,130 guru dan Karyawan YPW Terancam tak Naik Gaji
iswa YPW Protes Pemblokiran Rekening Yayasan oleh Bank BRI###

BAGANSIAPIAPI, UTUSANRIAU.CO  - Diblokirnya Rekening Yayasan Perguruan Wahidin (YPW) Bagansiapiapi oleh Pihak Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Bagansiapiapi selain menuai Protes dari siswa juga membuat Gaji para guru dan Karyawan YPW yang saat ini jumlahnya 130 orang terancam tidak naik.

Pasalnya, Rekening yang dimiliki oleh yayasan itu Untuk memenuhi kebutuhan yayasan dengan mengharapkan bantuan dari para Donatur yang berasal dari alumni YPW yang telah sukses diberbagai Daerah dan belahan Negara didunia.

Demikian Dikatakan Wakil Koordinator YPW Bagansiapiapi, Ilyas Yusuf , Kamis (27/8) dibagansiapiapi. Dengan diblokirnya Rekening itu secara otomatis para Donatur akan merasa ragu-ragu untuk memberikan bantuan. "percuma rasanya para donatur memberikan batuan tetapi uangnya tidak bisa diambil untuk kebutuahan yayasan, "beber ilyas.

Dijelaskan Ilyas lagi, YPW saat ini memiliki 130 guru dan karyawan dengan jumlah Murid 3000 lebih dari TK hingga SMA. Dengan Jumlah Guru dan Karyawan yang cukup banyak itu tentunya membutuhkan Dana operasional yang cukup besar, makanya kita mengharapkan dana Bantuan para donatur yang ada direkening tersebut. 

YPW sendiri terangnya juga mendapatkan Dana Bantuan Operasional (BOS) dari pemerintah untuk tingkatan SMP dan SMA. "Untung dana BOS itu tidak dimasukan ke rekening BRI tersebut, kalau tidak pasti pihak YPW akan bertambah susah, "bebernya.

Sementara itu, Kepala BRI Cabang Bagansiapiapi, Herdiman ketika dihubungi tidak mau berkomentar terkait pemblokiran Rekening Yayasan tersebut. 

"saat ini kita belum bisa memberikan komentar, Biarlah nanti pengacara BRI yang memberikan Komentar kepada media massa. "Insaallah dalam waktu dekat kita melakukan Konfrensi pers dan media massa juga akan kita undang untuk memberikan penjelasan terkait pemblokiran itu, "ujarnya dengan singkat. (zal)

###

Berita Lainnya

Index