RENGAT, UTUSANRIAU.CO - Berdasarkan hasil rekomendasi Dinas Kesehatan Inhu kondisi udara tidak sehat lagi. Untuk itu semua sekolah di semua tingkatan diliburkan selama dua hari kedepan.
Selain rekomendasi dari Dinas Kesehatan sekolah di Inhu terpaksa diliburkan juga berdasarkan laporan dari Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas ( KUPTDpada 14 Kecamatan). Semua KUPTD mengatakan udara di semua wilayahnya berkabut tebal dan sudah mengganggu pernapasan.
"Berdasarkan rekomendasi Dinas Kesehatan dan juga laporan KUPTD menyatakan udara tidak sehat lagi akibat tebalnya kabut asap. Sehingga perlu diambil langkah tegas meliburkan sekolah agar para pelajar ini bisa terhindar dari gangguan berbagai penyakit akibat kabut asap," jelas Kepala Dinas Pendidikan Inhu Ujang Sudrajat melalui Sekretarisnya Winaldi, Kamis (3/9).
Menurut Winaldi sekolah diliburkan mulai Jumat dan Sabtu 4-5 September. Sekolah yang diliburkan tersebut untuk pelajar mulai PAUD, TK, SD sederajat, SMP sederajat serta SLTA sederajat.
"Selanjutnya pelajar yang libur ini melaksanakan proses belajar mengajar di rumah ataupun belajar mandiri. Dengan bimbingan orang tua diharapkan para pelajar ini tidak akan tertinggal pelajaran," jelas Winaldi.
Selain itu Winaldi juga menjelaskan kepada para guru, TU sekolah agar tetap hadir di sekolah. Selanjutnya mulai Senin (7/9) sekolah aktif kembali seperti biasa. Dengan memperhatikan kondisi udara ataupun cuaca disekitar sekolah bersangkutan.
Dari pantauan dilapangan sampai sore pukul 16.00 wib terlihat udara Inhu gelap. Akibat asap yang menutupi matahari yang seharusnya masih terlihat kalau tidak tertutup kabut asap. (ds)
