PEKANBARU, UTUSANRIAU.CO - Pagi ini asap pekat kembali mengepung Pekanbaru, Riau setelah sempat menghilang selama 2 pekan. Walau demikian seluruh aktivitas belajar mengajar tetap berjalan.
Sejak kemarin siang hingga pagi ini, Senin (19/10/2015), kondisi asap kian parah di Pekanbaru. Jarak pandang pun terbatas hanya 100 meter. Kepungan asap yang pekat pagi ini ternyata tak meliburkan sekolah.
Seluruh sekolah tetap berjalan dengan normal kendati para siswa terpapar asap pekat. Yang membedakan, pagi ini pihak sekolah tidak melaksanakan upacara bendara karena kondisi asap yang sangat parah.
"Anak-anak diharapkan masuk ke ruangan kelas, kita tidak melaksanakan upacara karena asap pekat," demikian pengumuman lewat pengeras suara di SD Negeri 110 di Jl Purwodadi, Pekanbaru.
Pihak sekolah juga membagikan masker kepada siswanya. Setiap murid yang masuk ke sekolah tanpa masker, ada petugas guru yang menyediakan masker untuk muridnya.
"Kasihan anak-anak terus menerus aktivitasnya terganggu karena asap. Mau sampai kapan kita ini dikepung asap, sudah berjalan tiga bulan asap belum juga reda," tutur Yani (35) yang mengantarkan anaknya di sekolah tersebut.
Para orang tua murid kembali risau atas kabut asap yang kembali kepung Pekanbaru. Apa lagi jadwal ujian semester sudah semakin dekat.
"Kemarin anak-anak sudah libur lebih sebulan karena asap. Sekarang asap lagi, kasihan anak-anak kita tak maksimal belajar di sekolah," timpal Ny Indah Hairani (36) orangtua murid kelas V di sekolah tersebut.
Kini masyarakat Pekanbaru hanya bisa pasrah atas menggilanya kembali asap sejak kemarin. Kondisi asap pekat ini kemungkinan dapat membuat sekolah kembali meliburkan siswanya. (detiknews.com)
