Untuk Mutu Pendidikan, Disdik Tak Perlu Kelola Proyek Fisik

Untuk Mutu Pendidikan, Disdik Tak Perlu Kelola Proyek Fisik
foto int###

BENGKALIS, UTUSANRIAU.CO - Dinas Pendidikan Kabupaten Bengkalis seharusnya tidak lagi mengelola proyek fisik, karena membuat pelaksanaan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) utama menjadi tidak maksimal. Akibatnya, mutu pendidikan di Kabupaten Bengkalis masih rendah bila dibandingkan kabupaten/kota lain di Riau.

“Saya melihat akibat besarnya proyek fisik yang dikelola oleh Dinas Pendidikan, membuat PNS baik eselon maupun non eselon di Dinas Pendidikan tidak fokus lagi melaksanakan tugas utamanya. Mutu pendidikan jadi rendah, dan administrasi guru pun tidak terdata dengan baik,” ujar anggota Komisi IV DPRD Bengkalis, Muhammad Tarmizi kepada wartawan belum lama ini.

Disisi lain, karena tidak fokus pada satu kegiatan, selain program pengembangan SDM dan mutu pendidikan yang jalan di tempat, dampak lainnya adalah proyek fisik di lingkungan Disdik justru banyak yang bermasalah. Bahkan, ada yang tak selesai-selesai alias terbangkalai. Padahal proyek tersebut jaraknya hanya hitungan ratusan meter dari rumah Bupati Bengkalis, H Herliyan Saleh.

“Coba perhatikan pembangunan SDN 006 yang bersebelahan dengan SDN 012, sudah dua tahun terbengkalai. Sekarang baru mulai dilanjutkan, "kata Tarmizi.

Program pengembangan SDM dan mutu pendidikan menurut Tarmizi seharusnya benar-benar menjadi skala prioritas. Terlebih Pemkab Bengkalis ingin menjadikan Bengkalis sebagai Kota Pendidikan. Kalau mutu pendidikan dan SDM-nya saja lebih rendah dari kabupaten/kota lain, bagaimana mungkin orang bisa percaya dan memilih untuk melanjutkan studi ke Bengkalis.

Guru pun menurut Tarmizi mengeluh saat akan berurusan ke Dinas Pendidikan, mulai dari orang yang dicari jarang di tempat, hingga tak jelasnya kapan urusan akan selesai. “Biasalah pejabat ni, kalau dah megang proyek paling susah ditemui, HP-nya pun mati. Kalaupun ada di kantor, kata stafnya tak ada. Trus pas jumpa di kantor, guru mau berurusan, dia tengah sibuk pula membicarakan proyek. Ujung-ujungnya guru juga yang jadi korban,” ujar Tarmizi seraya mencontohkan persoalan kepala sekolah yang tak bisa menerima dana sertifikasi karena jabatannya sudah melebihi dua priode

Dikatakan, bagaimana mungkin visi Bengkalis sebagai Kota Pendidikan akan tercapai kalau berbagai persoalan tentang pendidikan belum terselesaikan. Padahal, anggaran untuk pendidikan yang dialokasikan sangat besar. Sangat disayangkan kalau anggaran yang besar habis begitu saja sementara mutu pendidikan tertinggal dengan daerah lain. (bp)

###

Berita Lainnya

Index