ROKAN HULU, UTUSANRIAU.CO - Momentum peringatan hari guru nasional tahun 2015 guru di rohul minta tambahan kesehjtraan terutama para guru honor yang mengajar di sekolah luar biasa atau SLB apa lagi guru sebagai pahlawan tampa tanda jasa.
Salah seorang guru honor di SLB kabupaten rokan hulu, Ilni Afrida rabu (25/11/2015) mengatakan meski saat ini sudah terima gaji dari dinas pendidikan sebesar Rp 1,5 namun hal ini belum sepedan dengan apa yang dijarkan apa lagi yang diajar tersebut adalah anak-anak cacat yang membutuh kesabaran dan keseriusan.
Sistem belajar dan mengajar kami dengan sekolah lain yang siswanya sehat sangat berbeda, karena kami harus mengajarkan bahasa isyarat sesuai dengan kecatatan anak seperti cacat tunga rungu, tuna netra, tuna daksa dan berbagai anak cacat lainnya.
"Tugas kami lebih berat dibandingkan dengan guru biasa yang mengajar di sekolah yang memang muridnya tidak memiliki kekurangan baik fisik dan mental. Namun kami anggap itu merupakan ibadah dalam memberikan ilmu bagi mereka. Agar tidak dipandang sebelah mata oleh orang lain.
Dirinya menggangap mengajar anak-anak SLB lebih banyak suka dari pada duka. Dimana, melihat keceriaan dalam wajah seorang anak yang memiliki kekurangan baik fisik maupun mental, menjadi kepuasan tersendiri baginya.
Sementara kepala sekolah sekaligus guru di SLB Pasirpangaraian, Palus rabu (25/11) mengatakan di SLB ini ada sekitar 87 Murid serta 14 guru yang mengajar sedangkan tiga lagi satu Satpam, KTU, dan CS
Saya juga mengajar bagi anak tuna netra dalam mengajar diperlukan kesabaran yang tinggi Pasalnya anak-anak yang mempunyai kekurangan ini memiliki daya tangkap yang berbeda-beda.
Dengan kesabaran dirinya yakin, semua yang dilakukannya juga akan bermamfaat bagi anak-anak kelak.
"Yang masih dalam pikiran saya selama ini, setelah anak-anak ini lulus dari sekolah ini. Dia mau kerja dimana, karna pemerintah masih belum bisa memberikan kesempatan kepada mereka," terangnya.
Di hari guru ini dirinya berharap, pemerintah bisa memberikan peluang kepada mereka yang memang mempunyai kekurangan, untuk diberdayakan.
"Pemerintah bisa lebih memperhatikan kesejahteraan para guru. Terlebih guru honor," Ucapnya(Ar)
###
