BENGKALIS, UTUSANRIAU.CO – Menanggapi adanya 8 kawanan begal di Pulau Rupat, yang 2 diantaranya masih duduk dibangku sekolah, Plt. Kepala Disdik Bengkalis Heri Indra Putra menyampaikan rasa keperihatinan, sebab atas perilaku 2 siswa SMA itu, secara otomatis telah mencoreng dunia pendidikan.
“Oleh karena itu, saya meminta pada seluruh wali murid di Kabupaten Bengkalis, untuk tetap mengawasi anak-anaknya, sebab pihak sekolah tidak mungkin mengawasi anak muridnya dalam 24 jam, “ungkapnya diujung telpon ketika dihubungi, Jum’at (04/03/16).
Artinya, tambah Heri, ketika di sekolah, biarkan para guru mengontrol seluruh sisiwanya, tapi jika dirumah, itu sudah menjadi tanggungjawab orang tuanya untuk mendidiknya dan jangan sampai anak anak salah pergaulan.
Keprihatinan Plt Disdik ini memang beralasan, sebab dari 8 orang pelaku begal itu, hanya satu orang dinyatakan dewasa berinisial SA (22) warga Pangkalan Pinang, Desa Gunyeh, Rupat, sedangkan 7 pelaku lainnya, masih dibawah umur, bahkan dari 2 pelaku itu masih duduk di SLTA kelas III dan sisanya berjumlah 5 orang, dinyatakan putus sekolah.
Dua orang pelaku yang masih duduk dibangku sekolah sama dikelas III, pertama AD (18) Sekolah SMA Kurnia Jaya Pangkalan Nyirih, lalu RK (16) di SMA Desa Pancur.
Untuk 5 pelaku dibawah umur dan dinyatakan putus sekolah, pertama SA (18), warga gang Bicak, Desa Gonyeh, ES (18) warga Dusun Hutan Halus, sedangkan 3 orang lagi, semuanya merupakan warga Desa Pangkalan Baru, Kec. Rupat yakni MM (15), AH (15) dan AF (17).
“Jadi, kenapa dari 8 pelaku begal itu, ada juga lima orang dibawah umur sampai putus sekolah, sedangkan pendidikan digratiskan, dari persoalan inilah, mari kita sama sama menjaganya, agar sampai terjerumus seperti halnya yang ada di Rupat, dan yang tidak kalah penting, jangan sampai anak anak kita putus sekolah ditengah jalan, “ungkap Heri mengingatkan. (bp)
###
