Pelaksanaan UN CBT Meranti di Barengi Listrik Padam

Pelaksanaan UN CBT Meranti di Barengi Listrik Padam
Pelaksanaan UN CBT , foto Int###

SELATPANJANG, UTUSANRIAU.CO  - Pelaksanaan Ujian Nasional dengan pola Computer Best Test (CBT) di tingkat Sekolah Lanjutan Menengah Atas (SLTA) sudah dimulai laksanakan. Di Kabupaten Kepulauan Meranti, hanya sebanyak tiga sekolah yang melaksanakan dengan menggunakan sistem tersebut yakni, SMKN 1 Tebingtinggi, SMK Patria Dharma, dan SMA Kasih Maetrya.

Pengguna sistem berbasis komputer di tiga sekolah tersebut merupakan yang perdana dilakukan. Namun, dalam pelaksanaannya sempat terjadi gangguan terkait kelistrikan. Pasalnya, saat ujian dilaksanakan di hari pertama Senin (4/4) kemarin, tiba - tiba terjadi pemadaman tidak terduga.

Dari pantauan, pemadaman terjadi sekitar pukul 08.43 WIB ketika pelaksanaan UN pada sift pertama di SMK Patria Dharma. Beruntung sekolah tersebut memiliki genset sehingga siswa bisa melanjutkan kembali pelaksanaan UN.

Kepala SMK Patria Dharma, Jumadi MPd mengaku beruntung pada saat itu para siswa sudah hampir selesai mengerjakan soal. Selain itu seluruh perangkat, termasuk komputer server dilengkapi UPS atau alat agar seluruh perangkat tidak mati untuk beberapa saat. Setelah itu terjadi petugas langsung bergegas untuk menghidupkan genset yang memang sudah disediakan pihak sekolah.

"Beruntung anak-anak kita tidak dirugikan, karena langsung kita antisipasi dengan menghidupkan genset. Namun kondisi ini (listrik padam) tetap menjadi persoalan," ungkapnya.

Ia menyebutkan bahwa, jumlah peserta UN di sekolahnya yakni sebanyak 116 siswa. Dimana pelaksanaan UN dilakukan dalam tiga sesi atau sift. Sementara untuk ketersediaan komputer sebanyak 100 unit. 

"Kita akan tetap membagi dalam tiga sift bagi anak-anak yang melaksanakan UN yakni pukul 07.30 sampai pukul 09.00 wib, dilanjutkan sift atau sesi kedua pada pukul 10.00 wib sampai pukul 11.30 wib. Dan pada sesi ketiga atau sift ketiga pada pukul 14.00 wib sampai pukul 16.00 wib," rincinya.

Ditambahkan Sekretaris Yayasan Sosial Umat Beragama Budha (YSUBB) yang juga menaungi sekolah Patria Dharma tersebut, Tjuan An mengaku sangat menyayangkan sampai terjadi pemadaman listrik. Dia yang juga sebagai salah satu anggota Dewan Pendidikan Kepulauan Meranti itu menginginkan pihak PLN dapat menjalankan komitmennya.

"Harapan kita agar pihak PLN dapat memberikan pelayanan kelistrikan dengan maksimal. Sehingga tidak mengganggu pelaksanaan UN. Apalagi sebelumnya sudah ada komitmen bersama agar tidka terjadi pemadaman listrik," sebut Tjuan An.

Sementara itu Kepala PLN Ranting Selatpanjang, Asmardi mengaku bahwa belum mengetahui persoalan pemadaman listrik tersebut. Sebab saat ini dirinya sedang berada di Dumai.

"Memang kita tidak menginginkan terjadinya pemadaman. Tetapi terkadang kondisinya berbeda. Coba saya cek dulu, sebab saya lagi di Dumai," katanya singkat.

Menanggapi persoalan pemadaman listrik tersebut, Wakil Bupati Kepulauan Meranti Drs H Said Hasym usai melakukan peninjauan pelaksanaan UN ke sejumlah sekolah di Kota Selatpanjang merasa bisa memakluminya. Sebab saat ini kondisi kelistrikan di Kota Selatpanjang sangat krisis.

"Kita saat ini defisit daya. Mesin kita minim. jadi situasi ini (Pemadaman listrik) tidak kita kehendaki," sebutnya.

Meski begitu dia juga mengkhawatirkan jika terjadi kerusakan server. Oleh sebab itulah dirinya meminta sekolah yang melaksanakan UN dengan pola CBT bisa menyiapkan mesin genset. Sehingga bisa mengantisipasi kemungkinan listrik padam.

Dapat disampaikan pula, terkait pelaksanaan UN Wakil Bupati, Drs H Said Hasyim melakukan peninjauan ke sejumlah sekolah diantaranya, SMKN 1 Tebingtinggi, SMAN 1 Tebingtinggi, SMK Patria Dharma, dan MAN Selatpanjang. Peninjauan dilakukan bersama Ketua DPRD Fauzi Hasan SE, Kabag Sumda Polres Kepulauan Meranti, Kompol Sumarno, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dsidikbud), Drs M Arif MPdi dan sejumlah pejabat lainnya. (rhd)

###

Berita Lainnya

Index