UN 2014, Kadisdik: Guru Jangan biarkan Terjadi Pencontekan

UN 2014, Kadisdik: Guru Jangan biarkan Terjadi Pencontekan
Kepala Dinas Pendidikan Riau Dwi Agus Sumarno###

PEKANBARU,UTUSANRIAU.CO -- Kepala Dinas Pendidikan Riau Dwi Agus Sumarno meminta pada pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tahun ini, jangan ada lagi guru yang melakukan pembiaran terhadap terjadinya pencontekan masal.

Hal itu ditegaskan Dwi menjawab wartawan, Sabtu (12/4/14) sore dikantornya. "saya tegaskan kepada para guru, jangan lagi membiarkan jika menjumpai adanya pencotekan masal saat UN berlangsung," tegas Dia.

Dwi menyebut, jika nantinya didapati hal seperti itu, maka pihaknya akan menyerahkan proses hukum kepada guru bersangkutan kepada pihak yang berwajib, dan dari jabatannya sebagai Pegawai Negeri Sipil, tentu akan juga dilakukan penidakan sesuai dengan ketentuan kepegawaian.

"Karena soal UN itukan dokumen negara yang kerahasiaannya harus dijaga dan tentunya ini menyangkut soal bagi para peserta UN, maka jawabannya juga rahasia, jadi ketika ada yang bermain-main dengan itu, maka akan ditindak sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku," Dwi kembali menegaskan.

Karena itu, Dwi meminta kepada siswa peserta UN khususnya peserta UN Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat yang akan melaksanakan UN mulai Senin hingga Rabu (14-16) April ini, agar dapat mempersiapkan diri sebaik mungkin, jaga kesehatan dan jangan percaya dengan adanya kunci jawaban. Karena itu mustahil ada.

"Para orang tua, kita minta bisa mengawasi anak-anaknya, jangan dibairkan melakukan kegiatan yang bisa mengakibatkan dia sakit, karena UN ini sangat penting dan menentukan nasib sang anak kedepan," himbaunya.

Mengenai target kelulusan, Dwi mengaku telah berkoordinasi dengan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota, yang semuanya menyanggupi target minimal kelulusan sama dengan tahun lalu yakni tingkat SMA 99,59 persen, untuk SMK, 99,70 persen.

"Itukan target minimal, kalau lebih dari itukan lebih baik, tentunya juga disertai dengan nilai yang baik pula," ungkapnya. ***(ris)

###

Berita Lainnya

Index