RENGAT, UTUSANRIAU.CO - Hari pertama pelaksanaan Ujian Nasional (UN), Senin (14/4) diwarnai dengan batalnya ujian bagi siswa SMAN I Pasir Penyu Inhu. Pasalnya naskah soal untuk Sastra Indonesia untuk jurusan Bahasa tidak tersedia.
Ketua Panitia UN Kabupaten Inhu, Hefnan Endri yang dikonfirmasi wartawan membenarkan bahwa naskah soal Sastra Indonesia untuk jurusan bahasa SMAN 1 Pasir Penyu tidak tersedia sehingga UN jam kedua tidak bisa dilaksanakan. Namun demikian, pelaksaan UN untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia dapat dilaksanakan karena soalnya sama dengan jurusan lain.
“Untuk mata pelajaran Sastra Indonesia memang tidak bisa kita ambil dari tempat lain karena di Provinsi Riau ini yang ada jurusan bahasa hanya SMAN 1 Pasir Penyu, sehingga kita terpaksa menunggu kedatangan soal dari pusat,” jelasnya.
Diungkapkan Hefnan, berdasarkan keterangan panitia UN Provinsi Riau, Senin (14/4) siang sudah ada naskah soal UN yang tiba di Pekanbaru, namun belum diketahui apakah diantaranya termasuk untuk jurusan bahasa SMAN 1 Pasir Penyu.
“Kita berharap naskah soal untuk jurusan bahasa tersebut tiba paling lambat besok pagi (Selasa). Jika tidak, bagi mata pelajaran yang naskah soalnya sama dengan jurusan lain dapat dilakukan fotocopy, tetapi bagi yang tidak sama, terpaksa pelaksanaan UN di undur bersamaan dengan UN susulan,” jelasnya.
Meski dilaksanakan pada jadwal pelaksanaan UN susulan, namun untuk jurusan bahasa SMAN 1 Pasir Penyu pelaksanaanya tetap sama dengan UN utama yang saat ini dilakukan. “Semua prosedurnya dilaksanakan sama dengan UN utama dan akan diawasi oleh pengawasan silang, pengawas satuan pendidikan hingga pihak kepolisian,” jelasnya
Sebagaiman diketahui bahwa sebanyak 22 siswa jurusan bahasa SMAN 1 Pasir Penyu, Kabupaten Inhu batal melaksanakan ujian nasional (UN) untuk mata pelajaran Sastra Indonesia yang seharusnya dilaksanakan, Senin (14/4), pukul 10.30-12.30 Wib. Batalnya pelaksanaan UN jam pelajaran kedua tersebut disebabkan karena naskah soal untuk mata pelajaran Sastra Indonesia tidak tersedia.
Bahkan jika sampai Selasa (15/4) pagi naskah soal UN untuk beberapa mata pelajaran lain pada jurusan bahasa tersebut tidak juga sampai di Kabupaten Inhu, kemungkinan UN untuk jurusan bahasa pada SMAN 1 Pasir Penyu akan di undur pekan depan bersamaan dengan pelaksaan UN susulan, mulai Senin hingga Kamis (22-24/4) mendatang.
“Sesuai jadwal, untuk jurusan bahasa akan melaksanakan UN mata pelajaran Bahasa Indonesia dan Sastra Indonesia. Namun untuk mata pelajaran Sastra Indonesia tidak bisa dilaksanakan karena naskah soal tidak tersedia dan tidak bisa diambil dari tempat lain karena di Kabupaten Inhu maupun di Riau jurusan bahasa hanya ada di SMAN 1 Pasir Penyu,” kata Kepala SMAN 1 Pasir Penyu, Abu Bakar, Senin (14/4).
Dijelaskan Abu Bakar, tidak tersedianya naskah soal untuk seluruh mata pelajaran pada jurusan bahasa tersebut baru diketahui pada Senin (14/4) pagi, sesaat sebelum UN digelar. Sebab saat pengecekan sampul pada naskah soal, Sabtu (12/4) lalu di Mapolres Inhu, naskah soal UN jurusan bahasa sudah tersedia, tetapi hanya untuk lima siswa, sehingga masih terdapat kekurangan sebanyak 17 naskah soal.
Hanya saja, ketika akan dilaksanakan UN, dan naskah soal akan di fotocopy untuk melengkapi kekurangan tersebut, ternyata naskah soal yang tersedia hanya untuk UN susulan. “Untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia masih bisa kita ambil dari ruang jurusan IPA dan IPS kemudian kita fotocopy sebanyak 22 eksemplar karena soalnya sama untuk semua jurusan. Namun untuk naskah soal Sastra Indonesia tidak bisa kita lakukan karena memang tidak tersedia,” jelasnya.
Menurut Abu Bakar, berdasarkan petunjuk dari panitia UN Kabupaten Inhu dan Provinsi Riau, apabila sampai Selasa (15/4) pagi naskah soal UN untuk jurusan bahasa tersebut belum tiba di Kabupaten Inhu, maka kemungkinan besar pelaksanaan UN jurusan bahasa di undur pekan depan, bersamaan dengan UN susulan.
“Sejauh ini kita masih menunggu info dari kabupaten dan provinsi terkait kedatangan naskah soal tersebut. Dan kita berharap naskah soal itu datang sehingga tidak ada lagi pengunduran jadwal pelaksanaan UN,” jelasnya seraya mengungkapkan bahwa di SMAN 1 Pasir Penyu terdapat 185 peserta UN terdiri dari 22 jurusan bahasa, 73 jurusan IPA dan 90 peserta jurusan IPS.
Abu Bakar mengakui, batalnya pelaksanaan UN mata pelajaran Sastra Indonesia cukup mempengaruhi para siswa. Namun demikian, pihak sekolah berupaya memberikan motivasi agar hal itu tidak menjadi beban pikiran sehingga mengganggu konsentrasi mereka.
Ditambahkan Abu Bakar, untuk pelaksanaan UN hari kedua, siswa jurusan bahasa akan melaksanakan ujian Matematika dan Antropologi. Sedangkan hari ketiga akan melaksanakan ujian Bahasa Inggris dan Bahasa Asing. “Selain jurusan bahasa, berdasarkan pengecekan naskah soal Sabtu kemarin, naskah soal Matematika juga kurang dan untuk jurusan IPS naskah soal Sosiologi. Tetapi kalau hanya kurang, masih bisa kita atasi dengan melakukan fotocopy dan kita sudah siapkan beberapa printer yang bisa untuk fotocopy,” jelasnya. (ds)
