BENGKALIS, UTUSANRIAU.CO - Dalam minggu ini, Kab Bengkalis akan melakukan uji coba menerapkan sekolah pagi hingga petang atau full day school di 2 Kecamatan yakni Mandau dan Siak Kecil.
Namun dengan dipemberlakuan sekolah hingga petang ini, disisi lain akan mematikan sekolah madrasah (MDA) yang belajarnya dimulai pukul 14.00-16.00 WIB.
Jika memang nantinya, full day school ini akan berlaku pendidikan di Kab. Bengkalis, maka nasib pendidikan agama bagi anak-anak akan terancam.
Kekawatiran ini, bukan hanya dirasakan oleh orangtua, tapi juga pengelola MDA, sebab akan merasakan dampaknya andai MDA tak beroperasi lagi.
Menurut Kepala Kemenag Bengkalis H Jumari, bahwa pihaknya merasa risaukan terhadap nasib sekolah MDA, setelah nantinya full day school diberlakukan.
"Kalau MDA dilaksanakan setelah full day school, rasanya tidak mungkin, karena anak harus dipaksakan otak mereka untuk belajar dan tidak ada waktu bermain dan istirahat, "terangnya, Senin (23/01/17).
Dijelaskan, meski pihak Disdik kerjasama dengan Kemenag, dengan memasukkan pelajaran MDA dalam waktu full day school, hal itu tetap akan mematikan operasional MDA.
"Kita berharap, jika memang full day school ini akan diberlakukan, maka MDA tetap harus jalan, gimana solusinya, perlu ada rapat koordinasi semua pihak, seperti Disdik, Kemenag, DPRD serta pengelola MDA, "tutup.**Bp
###
