Dinas Pendidikan Bengkalis Akan Mergerkan SDN 27 Wonosari?

Dinas Pendidikan Bengkalis Akan Mergerkan SDN 27 Wonosari?
###

BENGKALIS, UTUSANRIAU.CO - Kelangkaan murid sekolah ditingkatan Sekolah Dasar (SD) masih akan dikaji oleh pihak Dinas Pendidikan. Seperti halnya Sekolah Dasar Negeri (SDN)27 wonosari, Kecamatan Bengkalis, yang hanya tiga murid baru terima tahun ini. Hal demikian baru akan dikaji dan di evaluasi oleh pihak Dinas yang menanganinya.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bengkalis,Edi Sakura melalui Kabid SD Suwanto,ditemui utusanriau.co baru-baru ini mengatakan kalau keberadaan sekolah yang minim siswa termasuk di SDN 27 Wonosari,akan di margerkan ke sekolah yang disekitar wilayah tersebut.

“Kita masih mempertimbangkan sekolah nanti di marger atau tidak, karena tidak mudah kalau di marger. Perlu ada tinjauan berapa sekolah disana, termasuk Madrasahnya berapa dan juga akses pada SDN lain jauh atau tidak,” terang suwarto.

Kalau, lanjutnya, secara akses antara sekolahan Negeri itu lebih dekat maka sangat memungkinkan untuk di marger, tapi kalau jarak tempuhnya jauh mungkin masih dipertimbangkan. Karena menurutnya, tidak mudah untuk menghilagkan lembaga pendidikan.

Kepala Sekolah SDN 27 Saiful Apuan, Spd melalui Sumarji salah satu guru senior di temui utusanriau.co jumat 11/08/17 mengatakan " kami sebagai pendidik disini tidak mengharapkan sekolah kami di bubarkan (marger red) masih perlu di pertimbangkan sejarah awal sekolah ini dan penyebab tidak adanya murid baru enam tahun belakangan ini dan yang utama malah fisik sekolah (sebahagian semi permanen ruang belajar)" papar sumarji.

SDN 27 Wonosari berdiri tahun 1950, ada 19 Pengajar (14 PNS).

"Kami telah berkoordinasi dengan kepala desa wonosari tentang kondisi sekolah kami dan pihak desa pun mengatakan jangan bubarkan SDN 27 karena ada nilai sejarahnya ada cara lain untuk mengatasi kekurangan murid tsb " terang sumaji

Sofyan salah satu warga wonosari juga ketua LSM MERAPU mengatakan " Saya salah satu alumni SDN 27 ini dan satu-satunya sekolah dasar di daerah kami dan saya tidak setuju SDN 27 di bubarkan SDN ini ada nostalgianya bagi kami alumni"kata sofyan.

Namun, saat ditanya soal faktor dengan sedikitnya murid di SD, pihaknya langsung menjelaskan kalau orang tua sekarang sudah pada mengetahui kalau tidak hanya memilih pengetahuan umum tapi juga memahami secara ilmu agama, yakni dengan bersekolah di Madrasah.

“Ya kita tidak bisa memaksa karena pendidikan tidak bisa untuk memaksa, kalau faktornya masyarakat lebih memilih ke Madrasah, saya juga bersyukur karena masyarakat atau orang tua sudah bisa memilih dan itu tidak bisa di paksa. Memungkinkan kalau orang tua selain memilih ilmu pengetahuan umum mereka juga memilih pengetahuan keagamaan,” tambahnya.(yul)

###

Berita Lainnya

Index