SDN 27 Wonosari Akriditasi A Jangan Dibubarkan

SDN 27 Wonosari Akriditasi A Jangan Dibubarkan
SDN 27 Wonosari Akriditasi A Jangan Dibubarkan###

BENGKALIS, UTUSANRIAU.CO - Polemik akan di Margerkan (SDN 27 Wonosari) semakin meresakan terutama para pengajar dan wali murid di sekolah tersebut. Disini perlu ada upaya pemerintah daerah melalui dinas pendidikan untuk segera mengambil keputusan agar isu marger/dibubarkan SDN 27 Wonosari tidak menurunkan semangat belajar mengajar.

Dari pemeberitaan Utusanriau.co sebelumnya berjudul "Dinas Pendidikan Bengkalis Akan Margerkan SDN 27 Wonosari ?" SDN 27 wonosari telah berdiri tahun 1950 yang mempunyai nilai historis dan saat ini jumlah siswa 33 siswa dan 19 pengajar (14 PNS).

Kepala Sekolah SDN 27 Wonosari Saiful Afuan, Spd ditemui utusanriau.co selasa 15/08/2017 mengatakan "Kami mengharapkan sekolah kami tidak di margerkan dan tetap berjalan seperti biasa proses belajar mengajar dan dinas pendidikan bisa mencari jalan agar untuk tahun ajaran penerimaan murid baru bisa lebih banyak lagi" kata saiful yang pernama menjadi kepala sekolah terbauk ke 4 se propinsi riau tahun 2010.

"Sekolah kami tahun 2016 lalu telah mendapat Akriditasi A (nilai 94 red) tim penilai dinas pendidikan propinsi riau dan kita berharap ada cara lain untuk meningkatkan jumlah siswa jangan dengan tiba - tiba datang kadis kesekolah kami lansung mengatakan akan dimargerkan dan kami pun jadi bertanya-tanya " papar saiful afuan yang sudah menjabat kepala sekolah SDN 27 selama 9 tahun.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bengkalis,Edi Sakura melalui Kabid SD Suwanto,ditemui utusanriau.co dinas pendidikan masih mengevaluasi mengenai SD 27 Wonosari ada beberapa cara atau solusi kalaupun ada marger itu keputusan akhir.

“Kita masih mempertimbangkan sekolah nanti di marger atau tidak, karena tidak mudah kalau di marger. Perlu ada tinjauan berapa sekolah disana, termasuk Madrasahnya berapa dan juga akses pada SDN lain jauh atau tidak,” terang suwarto.

Kalau, lanjutnya, secara akses antara sekolahan Negeri itu lebih dekat maka sangat memungkinkan untuk di marger, tapi kalau jarak tempuhnya jauh mungkin masih dipertimbangkan. Karena menurutnya, tidak mudah untuk menghilagkan lembaga pendidikan.

Siswanto Kepala Desa Wonosari di temui utusanriau.co mengatakan " Ada Nilai Sejarah SDN 27 dan orang tua saya lulusan SD tersebut, saya tidak setuju SDN 27 di bubarkan SDN ini kami sebagia pemerintahan desa ada tanggung jawab kita bisa duduk bersama untuk mencari jalan keluarnya dan saya siap, intinya saya tidak setuju SDN 27 dibubarkan" tegas siswanto.(yul)

###

Berita Lainnya

Index