PEKANBARU-UTUSANRIAU.CO -- Marching Band Mahasiswa Institut Pemerintahan Dalam Negri (IPDN) Rokan Hilir akan memeriahkan peringatan upacara Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2014.
Selain itu, dalam upacara yang akan digelar dihalaman kantor Gubernur Riau, Jum'at 2 Mei 2014 tersebut, akan diberikan penghargaan bagi siswa-siswi dan guru berprestasi Riau baik prestasi tingkat nasional maupun internasional.
Menurut Kepala Dinas Pendidikan Riau Dwi Agus Sumarno, pada Mei ini, Dinas Pendidikan Riau ingin menjadikan sebagai bulan pendidikan, karena itu berbagai kegiatan menyemarakkan peringatan Hardiknas telah dirancang dan akan dilaksanakan Disdik Riau.
"Setelah upacara, malamnya akan diikuti dengan seminar guru yang ditaja oleh dewan PGRI Riau disalah satu hotel di Pekanbaru," jelas Dwi Agus, kepada media ini, Kamis (1/5/14).
Selanjutnya pada Sabtu 3 Mei akan dilakukan pengukuhan Bunda PAUD Provinsi Riau, yang akan dikukuhkan itu adalah Hj Latifah Hanum Annas.
Dwi mengatakan, untuk acara pengukuhan yang akan dilaksanakan di balai serindit gedung daerah Riau itu, akan dilakukan oleh Dirjen PAUD Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
"Untuk yang akan melakukan pengukuhan itu hingga saat ini baru bisa dipastikan akan dilakukan oleh Dirjen PAUD, kita berharap pak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan langsung, tapi belum bisa dipastikan, mudah-mudahan beliau ada waktu, minimal yang dibacakan saat pengukuhan adalah pidato pak Menteri," jelas mantan Direktur IPDN Rokan Hilir ini.
Dwi Agus menambahkan, rangkaian peringatan Hardiknas yang tahun ini mengambil tema Pendidikan Menuju Peradaban Unggul, di Provinsi Riau lainnya yang akan dilaksanakan adalah pada 11 Mei akan dilaksanakan jalan santai, dengan menyediakan berbagai hadiah menarik untuk diundi.
"Momentum pringatan Hardiknas tahun ini kita ingin memberikan wacana untuk meningkatkan mutu pendidikan, khsusunya perubahan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) berubah menjadi kurikulum 2013," ujarnya.
Dwi juga menambahkan bahwa pada pelaksanaan kurikulum 2013, untuk tingkat SD lebih difokuskan pembelajaran pada masalah etika, sehingga MTK dan sejarah, bukan sebagai faktor utama, lebih kepada peningkatan akhlak, moral.
"Untuk SMP lebih banyak kepada peningkatan kemampuan skill siswa dan siswi, dan untuk tingkat SMA lebih banyak diarahkan pada Ilmu pengetahuan," tutupnya.**(ris)
###
