PEKANBARU-UTUSANRIAU.CO -- Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) Se kota Pekanbaru pada hari Senin (5/5/14) berlangsung aman dan terkendali.
Walikota Pekanbaru Firdaus MT, hari pertama UN menggelar peninjauan ke beberapa sekolah di Pekanabru, seperti SMPN 12 di Jalan Guru Sulaiman, SMPN 18 Jalan Lili dan SMPN 26 Jalan Kenanga. Kata Wako secara keseluruhan penyelenggaraan UN lancar, semua murid hadir mengikuti UN.
"Dari pantauan kita tadi, penyelenggaraan UN lancar, kita doakan anak-anak mendapat kelulusan baik dan 100 persen lulus," ujar Wako usai melakukan peninjauan.
Wako juga berterimakasih kepada semua pihak yang sudah berpartisipasi mensukseskan penyelenggaraan UN mulai dari pihak sekolah hingga para orangtua.
"Terimakasih kepada kepala sekolah, seluruh guru pengawas dan orangtua. Kita minta masih ada dua hari lagi semua pihak harus tetap menjaga Supaya anak bisa tenang dan fikiran terbuka sehingga dapat menjawab ujian," harapannya.
Lince salah satu murid SMP 26 Kelas IX5, saat dijumpai usai mengikuti ujian Bahasa Indonesia, mengaku dapat menjawab soal dengan benar. Pasalnya menurut Lince, dari 50 soal bahasa yang disajikan rata-rata yang sudah pernah di pelajari.
"Soalnya tidak begitu sulit, mudah-mudahan dapat nilai bagus," harapnya sembari tersipu.
Selain meninjau UN, Wako juga menyempatkan diri untuk meninjau lingkungan dan fasilitas ketiga sekolah. Disana sini Wako memberikan saran dan petunjuk kepada masing-masing kepala sekolah untuk peningkatan kualitas sekolah.
Yang menjadi perhatian khusus adalah Halaman dan ruang terbuka hijau di semua sekolah yang masih belum maksimal. Bahkan terkesan tidak teratur.
"Kedepan kita akan secara berangsur menciptakan lingkungan sekolah dengan semangat green scol atau sekolah hijau yang ramah lingkungan," urainya.
Kata Wako dirinya hanya mencoba memberikan koreksi bagi sekolah yang selama ini masih belum maksimal penataannya.
Di SMPN 26 Walikota yang sempat meninjau lingkungan sekolah juga memberikan saran kepada pihak sekolah agar menata ulang ruang terbuka hijau yang ada. Bahkan Wako menyarankan agar sekolah ini di renovasi untuk penataan penempatan ruangan dan RTH.
Menurutnya penempatan kantin dan tolilet di SMP 26 ini masih belum maksimal dan rapi. Wako bahkan mengkritik sebuah sumur tua yang terdapat di belakang sekolah antara kantin dan toilet sekolah yang terbuka dan di penuhi sampah. "Kita minta sumur ini ditutup saja kalau tidak berfungsi," ungkap Wako.**(ra)
###
