Husni Thamrin: Hasil Penelitian Bukan Untuk Rayap

Husni Thamrin: Hasil Penelitian Bukan Untuk Rayap
Drs Husni Thamrin MSi###

PEKANBARU-UTUSANRIAU.CO -- Karena kurangnya perhatian dari pemerintah dalam menindak lanjuti hasil penelitan atau riset, setakad ini banyak diantara hasil-hasil penelitian itu hanya tersimpan dilemari dan rayap yang menikmatinya.

Demikian dikatakan Ketua Lembaga Penelitian dan Pengembangan Masyarakat (LP2M) Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (UIN Suska) Riau Drs Husni Thamrin MSi kepada media ini, Jum'at (9/5/14) di Pekanbaru.

"Padahal Indonesia ini memiliki banyak peneliti-peneliti handal, namun hasil penelitian yang dilakukan kebanyakan hanya sampai pada tingkat diseminarkan saja dilingkungan kampus, setelah itu dimasukkan kelemari, dan tidak ada tindak lanjut dari apa yang menjadi temuan atau hasil dari penelitian yang dilakukan. Disimpan dilemari, sehingga lama kelamaan akan habis dimakan rayap," katanya.

Menurut Husni, hasil-hasil penelitian yang dilakukan para ilmuan di Indonesia itu cukup berkualitas, kuncinya adalah dari pemerintah bagaimana bisa memandang sehingga mau mengembangkan hasil penelitian tersebut. Dunia usaha diharapkan selanjutnya menjadi pihak yang mau mengimplementasikan hasil penelitian itu.

"Ini sebenarnya sumbangan luar biasa, baik bagi pemerintah maupun bagi masyarakat luas dan dunia usaha. Hal ini yang belum terakomodir dengan baik, beda dengan negara-negara luar yang telah memandang hasil penelitian itu sebagai sesuatu yang dihargai dan dinilai dengan harga tinggi," katanya.

Kalaulah tiga tungku sejerangan itu berkolaborasi yakni Universitas sebagai penghasil penelitian dan penemuan, selanjutnya ditangkap dan diakomodir dangan baik oleh Pemerintah serta selnjutnya dunia usaha yang akan mengimplentasikannya dilapangan, maka negara ini akan bisa maju.

"Dinegara-negara Eropa-kan seperti itu, bahkan di Malayisa juga sudah mualai seperti itu. Hal ini akan menjadi simbiosis, pemerintah memberikan dana untuk melakukan penelitian dan mengembangkan hasilnya, lalu dunia usaha akan menjadikan itu sebagai produk, jika ini terus begulir, maka ketiga pihak ini akan bisa saling membrikan keuntungan dan manfaat besar bagi memajukan bangsa kita," tukasnya.

Husni mengaku lembaganya tidak mampu berbuat banyak terkait kondisi itu, pihaknya hanya bisa menseminarkan, dan ditambah dengan menginformasikan hasil seminar tersebut melalui media massa, yang diharapkan akan dibaca oleh pemerintah dan pihak swasta, hingga nantinya penelitian itu bisa dikembangkan lebih lanjut.

"Karena itulah kami mengambil inisiatif untuk menggelar seminar, dengan menghadirkan para narasumber kompeten dibidangnya dan juga hasilnya bisa diekspos ke masyarakat melalui media,mudah-mudahan ini bisa memberikan solusi dari persoalan yang berlaku saat ini," harapnya.**(ris)

###

Berita Lainnya

Index