RENGAT, UTUSANRIAU.CO - Memajukan dunia pendidikan tidak bisa dilihat dari satu sudut saja, dan harus disikapi secara menyeluruh. Berbagai komponen penunjang untuk kepentingan dunia pendidikan harus mendapatkan perhatian secara porfosional.
Untuk itu Dinas Pendidikan Nasional (Diknas) Inhu dimnta tidak hanya mengusulkan untuk pembangunan fisik semata di dalam APBD Inhu. Sebab akan menimbulkan kesenjangan yang dapat menurunkan mutu dan kualitas pendidikan itu sendiri beberapa tahun kedepan.
"Selama ini dalam setiap pembahasan APBD kita melihat Diknas selalu mengusulkan anggaran untuk pembangunan fisik yang jumlahnya cukup besar. Seharusnya tidak hanya fisik saja yang menjadi sorotan dari Diknas tetapi juga mental orang sebagai ujung tombak pembangunan pendidikan di lapangan yaitu guru,’jelas Ketua Komisi C DPRD Inhu yang membidangi masalah Pendidikan Doni Rinaldi SE.
Menurutnya sebelum mencerdaskan seharusnya yang bertugas mencerdaskan tersebut harus lebih cerdas lagi dalam semua hal. Dalam hal ini guru yang memiliki tanggung jawab besar dalam meningkatkan SDM masyarakat harus terlebih dahulu mendapatkan tambahan ilmu dalam setiap kesempatan.
"Oleh sebab itu Diknas Inhu diminta untuk masa mendatang ini dalam menyusun anggaran agar lebih porfosional lagi dengan memperhatikan permasalahan kesejahteraan guru. Juga lebih banyak memperkaya ilmu guru dengan cara melakukan Bimtek, pelatihan-pelatihan dan kegiatan lainnya,’jelas Doni.
Lebih jauh anggota DPRD Inhu ini memaparkan bahwa permasalahan pendidikan yang cukup kompleks di Inhu tidak bisa mengatasinya dengan hanya satu pilihan saja. Tetapi dilakukan secara menyeluruh, dengan mengusulkan pembangunan fisik semata tidak menjamin pendidikan Inhu akan jauh lebih bermutu lagi.
"Kedepan sekali lagi kita meminta kepada Diknas Inhu tidak hanya mengusulkan pembangunan fisik yang tidak sebanding dengan yang lainnya. Sebenarnya untuk pembangunan fisik bisa saja melakukan lobi melalui APBD Propinsi ataupun juga APBN, sehingga APBD Inhu bisa lebih banyak digunakan untuk non fisik,’ungkap Doni. (ds)
###
