Wawako Kecewa Aksi Coret-coret Baju Masih Dilakukan Siswa

Wawako Kecewa Aksi Coret-coret Baju Masih Dilakukan Siswa
###

PEKANBARU, UTUSANRIAU.CO - Aksi corat -coret baju saat kelulusan yang masih saja jadi kebiasaan siswa di Pekanbaru, menuai kritik dari Wakil Walikota Pekanbaru, Ayat Cahyadi. Atas kondisi ini, Wawako akan menyurati Dinas Pendidikan Pekanbaru.

"Saya sangat sesalkan aksi corat-coret kemaren saat anak SMA pengumuman kelulusan. Padahal sudah diingatkan saat peringatan Hari Kebangkitan Nasional," ungkap Ayat Cahyadi, Kamis (22/5).

Menurutnnya aksi ini tidak menunjukkan rasa syukur yang benar, karena merusak pakaian seragam yang nota bene masih layak untuk digunakan.
Apalagi dengan aksi corat- coret ini akan menimbulkan aksi lain yang juga kurang terpuji yakni aksi konpoi  sepeda motor membuat lalulintas terganggu,meski belakangan mulai di larang dan di tertipkan kepolisian.

"Kalau baju di corat-coret kan sayang paling nantinya akan jadi kain laporan, sementara kalau di sumbangkan ini akan berguna," terang Ayat.

Untuk itu lanjutnya, memang pemko harus lebih lagi menghimbau dan berkomitment mewujudkan, mengarahkan anak-anak sekolah ini agar berbuat yang benar. Selain tetap sosialisasi melalui Sekolah, juga akan di keluarkan larangan resmi melalui Pemko ke Disdik.

Dalam waktu dekat juga SMP dan SD aka mengumumkan kelulusan ini akan jadi target dan contoh bahwa aksi corat-coret baju seragam tidak lagi terlihat .

"Ia kita akan surati Disdik agar melarang anak-anak mereka mencorat -coret seragam.Larangan ini diminta diteruskan ke sekolah-sekolah. Caranya tergantung sekolah masing-masing apakah harus disumbangkan atau di kumpulkan, selain baju buku-buku sekolah juga bisa di kumpul," sarannya.

Berdasarkan pengamatan, aksi corat -coret saat pengumuman kelulusan SMA tanggal 20 Mei masih terjadi,sementara pihak sekolah  belum bertindak tegas. (ra)

###

Berita Lainnya

Index