UTUSANRIAU.CO, RENGAT - Salah satu lokasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) dalam wilayah Inhu yang cukup parah terjadi di desa Seko Lubuk Tigo (Seluti) Kec. Lirik. Lebih dari 63 hektar lahan gambut terbakar di desa tersebut yang telah merusak tanaman sawit.
Kabut asap yang cukup tebal diwilayah tersebut membuat sekolah diliburkan akibat udaranya tidak sehat lagi. Namun siswa SMAN I Lirik yang tergabung dalam kelompok Paskibraka, pramuka serta para guru tidak tinggal diam melihat kondisi asap tersebut.
“Siang ini dilokasi karhutla desa Seluti bersama Danramil 04 Pasir Penyu Kapten Inf, HB Sitepu dan Kepala desa Seluti Jailis didatangi siswa SMAN I Lirik. Kedatangannya untuk menyerahkan sumbangan makanan. minuman dan masker untuk anggota Satgas Karhutla dari Paskibra SMAN 1 Lirik,”jelas Camat Lirik Winu Subroto saat menerima sumbangan, Sabtu (14/9).
Sumbangan yang diserahkan siswa SMAN I Lirik didapatkan dari menjual masker serta sumbangan yang diperoleh dari masyarakat. Dengan meneteskan airmata Camat Lirik, Danramil 04 Pasir Penyu beserta Kades Seluti menerima sumbangan tersebut.
“Ketika mengetahui uang untuk membeli sumbangan ini semua hasil dari menjual masker serta sumbangan yang dikumpulkan Paskibra SMAN 1 Lirik dari masyarakat ketika hari pasaran di Lirik tak disadari air mata menetes. Terharu melihat semangat dan rasa kepedulian anak muda dimana semua hasil dari itu mereka belikan dan mereka serahkan kepada tim dilapangan,”jelas Camat
Selanjutnya secara husus Camat Lirik bersma Danramil 04 Pasir Penyu mengajak anggota Paskibra SMAN 1 Lirik ke lokasi yang terujung terbakar. Sekaligur .memberikan pencerahan bahaya karhutla. Serta berharap semoga bencana kabut asap ini cepat berakhir.
Sementara itu Kepala Kepala desa Seko Lubuk Tigo (Seluti) Jalis mengucapkan terima kasih kepada SMAN I Lirik. “Terima kasih kami ucapkan kepada guru ,anak Paskibrak dan Pramuka SMAN1Lirik yg telah ikut berpartisipasi memberi sumbanagan kepada tim Damkar Seluti,”ungkap Kades.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya Kepala KPBD Inhu, Agus Widodo kepada wartawan Kamis (12/9) mengatakan, titik panas di Inhu terus meningkat dibanding kemarin. Rabu (11/9) terpantau 25 hostpot, namun Kamis (12/9) bertambah menjadi 26 hostpot.
Daerah terparah karhutla berada di Desa Seko Lubuk Tigo (Seluti) Kecamatan Lirik dengan luas lahan terbakar mencapai 63 hektare. Satgas KPBD Inhu sejak seminggu terakhir dari pagi hingga malam terus berjibaku memadamkan api.
Dari pantauan lapangan hingga pukul 17.00 wib, Minggu (15/9) kondisi kabut asap di sebagian besar wilayah Inhu mulai menipis. Termasuk disekitar lokasi kebakaran desa Seluti terlihat matahari bersinar cukup cerah meskipun maih berbau asap. **das
###
