RENGAT,UTUSANRIAU.CO -- Menghadapi penerapan kurikulum tahun 2013, ribuan guru ikuti pelatihan. Pelatihan tidak hanya dilaksanakan di Inhu sendiri tetapi juga di Kabupaten Kuansing.
Dalam pelatihan kurikulum tersebut tercatat sebanyak 2.002 guru sasaran dari berbagai tingkatan. Pelatihan ini diselenggarakan sebagai upaya persiapan karena mulai tahun pelajaran 2014/2015 ini, Kabupaten Inhu akan menerapkan kurikulum 2013 secara terbatas mulai dari SD, SMP dan SMA sederajat.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Inhu H Ujang Sudrajat didampingi penanggung jawab pelaksanaan pelatihan yang juga Kepala Seksi Kurikulum SD Yusri Erdi mengatakan, 2.002 guru sasaran yang mengikuti pelatihan tersebut terdiri dari 1.124 guru SD, 568 guru SMP dan 310 guru SMA sederajat.
"1.124 guru SD itu terdiri dari 281 guru kelas satu, 280 guru kelas dua, 281 guru kelas empat dan 282 guru kelas lima. Sebab untuk tingkat SD, kurikulum 2013 hanya akan dilaksanakan pada kelas satu, kelas dua, kelas empat dan kelas lima,” jelasnya.
Dijelaskan Yusri Erdi, untuk tingkat SD, pelatihan terhadap guru sasaran ini dilaksanakan dalam tiga tahap. Untuk tahap pertama sudah di mulai Minggu (15/6/2014) kemaren dan berakhir pada Rabu (18/6/2014). Untuk tahap kedua akan dimulai tanggal 20 Juni hingga 24 Juni mendatang. Kemudian untuk tahapan ke tiga akan dilaksanakan pada tanggal 25 Juni hingga 29 Juni mendatang. Sementara untuk guru sasaran di tingkat SMP dan SMA hanya satu tahapan.
Untuk pelaksanaan pelatihan terhadap guru setingkat SD dilaksanakan pada lima lokasi diantaranya, SDN 011 Peranap Kecamatan Peranap, SDN 002 Pasar Lala Kecamatan Sungai Lala, SDN 017 Titian Resak Kecamatan Seberida, SDN 019 Kampung Dagang Kecamatan Rengat dan SDN 007 Kota Lama Kecamatan Rengat Barat.
Masih katanya, untuk pelatihan bagi guru sasaran pada SMP sederajat ikuti oleh 568 orang. Sedangkan lokasi pelaksanaan pelatihan dipusatkan di SMPN 1 Pasir Penyu. Lebih jauh disampaikannya, sebanyak 310 orang guru sasaran pada SMA sederajat mengikuti pelatihan kurikulum yang di pusatkan di Kabupaten Kuantan Singingi.
“Pelatihan ini dibimbing oleh instruktur Nasional dan kepada guru peserta pelatihan hendaknya dapat mengikuti pelatihan dengan serius. Karena, peserta yang mengikuti pelatihan itu sebagai ujung tombak pelaksanaan kurikulum di sekolahnya,” terangnya. (ds)
