BENGKALIS, UTUSANRIAU.CO -- Guru Indonesia Mengajar di Bengkalis melakukan pertemuan dengan Dinas Pendidikan dan Dewan Pendidikan untuk membentuk gerakan masyarakat peduli pendidikan di Kabupaten Bengkalis.
Pertemuan tersebut dari Disdik diwakili Suprianto dan Dewan Pendidikan oleh Heru Wahyudi yang terpusat dikediaman Suprianto jalan Senayan, Damon, Bengkalis, kamis (26/06/14), yang berlangsung selama 4 jam ini, bertekad untuk memprakasai gerakan masyarakat peduli pendidikan di Bengkalis.
Dalam pertemuan tersebut juga terlihat hadir perwakilan guru Bengkalis, Disdik, Dosen STAI Al- Kautsar dan sejumlah mahasiswa dari perwakilan setiap Kampus yang ada di Bengkalis.
Dengan program ini, Indonesia mengajar meminta dukungan kerjasama dari Intansi terkait dan Dewan Pendidikan Bengkalis agar gerakan masyarakat Peduli pendidikan bisa tercapai dengan baik sesuai harapan. “Di sini kami minta kerjasama dari dinas pendidikan Kabupaten Bengkalis Dewan Pendidikan dan intansi terkait lainnya untuk bisa bekerjasama dalam membentuk sebuah gerakan masyarakat penduli pendidikan," ungkap salah satu anggota Guru Indonesia Mengajar, Nadira.
Menurut Nadira, tujuan utama gerakan masyarakat peduli pendidikan itu, untuk meningkatkan mutu pendidikan yang ada di Kabupaten Bengkalis dan dapat menghasil tenaga pengajar yang berkarakter positif.
Sementara itu, menurut Heru Wahyudi yang juga sebagai anggota DPRD ini, mendukung penuh gerakan yang dilakukan para pengajar utusan pusat tersebut. “Kami sangat mendukung program yang dilakukan oleh Indonesia Mengajar untuk meningkatkan mutu pendidikan di Kabupaten Bengkalis ini," katanya.
Untuk merealisasikan program ini, lanjut Heru, perlunya diskusi dari hal yang kecil hingga persoalan yang besar untuk menimbulkan pemikiran-pemikiran demi kemajuan pendidikan yang perlu didukung dari semua pihak.
"Memang kita akui, di Kabupaten Bengkalis ini, masih terjadi persoalan yang mengganjal untuk memajukan pendidikan, diantaranya SDM masyarakat yang terbatas, kemampuan pengajar masih minim juga persoalan penempatan mata pelajaran masih berubah ubah, serta kurangnya peran orangtua, "tambah Heru.
Ini merupakan salah satu ide yang baik untuk kemajuan pendidikan Bengkalis yang sangat kami dukung sepenuhnya, dengan diskusi ini, kita sama sama memperbaiki kekurangan dalam pendidikan dan bagaimana masyarakat juga ikut serta peduli terhadap pendidikan. (bp)
