Polisi Tangkap Pelaku Pembalakan Liar di Kawasan Hutan Bukit Sembilan Dengan BB Kayu Olahan

Polisi Tangkap Pelaku Pembalakan Liar di Kawasan Hutan Bukit Sembilan  Dengan BB Kayu Olahan
Polisi Tangkap Pelaku Pembalakan Liar di Kawasan Hutan Bukit Sembilan Dengan BB Kayu Olahan

UTUSANRIAU.CO,BANDAR LAKSAMANA - Kegiatan pembalakan liar atau ilegal logging mulai marak lagi atas permintaan yang tinggi warga desa sekitar kawasan bukit sembilan kecamatan Bandar laksamana melakukan perambahan hutan yang di sponsori oleh cukong.

Kapolres Bengkalis, AKBP Setyo Bimo Anggoro melalui Kasat Reskrim AKP Muhammad Reza mengatakan telah terjadi pembalakan liar di hutan bukit sembilan dan ada 2 tersangka dengan barang bukti 3 ton kayu olahan, Truk Dina yang di tangkap tim tipiter sat Reskrim Polres Bengkalis pada hari Selasa (17/01/23) di Bukit kembar Desa tanjung leban Kecamatan Bandar laksamana.

Kedua tersangka Sudianto (58) alamat Kampung Baru Bukit Selindung Desa Pelintung Kecamatan Pinang Kampai Dumai dan Tukiman (30) alamat barak Aceh Desa Pelintung Kecamatan Pinang Kampai Dumai.

Selanjutnya Kasat Reskrim Polres Bengkalis, Muhammad Reza menambahkan," Pada hari Jumat (14/01/23) kita mendapatkan informasi adanya kegiatan pembalakan liar di kawasan hutan bukit sembilan dan Tim Tipidter dipimpin Kanit Ipda Dodi Ripo melakukan penyelidikan sekitar TKP karena kondisi jalan yang tidak memungkinkan maka tim memutuskan menunggu di luar lokasi,"ujar Kasat Reskrim, Jumat (20/01/23).

Selama 3 hari tim menunggu akhirnya pada hari Selasa (17/01/23) sekira pukul 22.00 wib pelaku keluar dan Tim mengejar pelaku sampai di daerah Bukit Kembar dan akhirnya pada pukul 22.46 wib pelaku berhasil di amankan. Para pelaku mengakui perbuatannya yang mana kayu berasal dari hutan di bukit sembilan dan membeli kayu olahan tersebut dari Heri (DPO).

Selanjutnya terhadap pelaku dan Barang bukti dibawa ke Polres Bengkalis.

Pasal yang dikenakan adalah Pembalakan Liar / illegal logging” sebagaimana dimaksud dengan Pasal 83 ayat (1) huruf a Undang-undang Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2013 Tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan sebagaimana telah diubah dengan Pasal 37 angka 13 huruf a UU RI No 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja Jo Pasal 88 ayat 1 huruf a Undang-undang Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2013 Tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan dengan ancaman pidana penjara paling singkat 1 (satu) tahun dan paling lama 5 (lima) tahun serta pidana denda paling sedikit Rp500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah) dan paling banyak Rp2.500.000.000,00 (dua miliar lima ratus juta rupiah). **(yulistar)

Berita Lainnya

Index