Jelang Perayaan Cian Cui, Ketua Komisi II DPRD Meranti Syafi'i Hasan Imbau Pengusaha Hotel Tidak Menaikkan Tarif Sepihak

Jelang Perayaan Cian Cui, Ketua Komisi II DPRD Meranti Syafi'i Hasan Imbau Pengusaha Hotel Tidak Menaikkan Tarif Sepihak
Ketua Komisi II DPRD Meranti Syafi'i Hasan

UTUSANRIAU.CO, MERANTI - Jelang perayaan Perang air di Kepulauan Meranti, Riau, lebih dikenal dengan sebutan Cian Cui. Tradisi perayaan Tahun Baru Imlek ini berupa festival saling menyiram air yang digelar selama 6 hari di Kota Selatpanjang. Tradisi dengan menggunakan becak motor dan perlengkapan air, yang telah diakui sebagai event pariwisata nasional. 

Ketua Komisi II DPRD Meranti Syafi'i Hasan meminta kepada pengusaha hotel yang ada di Kabupaten Meranti agar tidak menaikkan tarif Hotel secara sepihak. Hal tersebut nantinya yang akan berdampak Pada kunjungan wisata bahkan banyak pengunjung yang engan datang kedepannya karena mengetahui tarif Hotel yang naik secara tiba-tiba.

Dan jika nantinya ada hotel atau tempat penginapan berencana melakukan penyetaraan biaya sewa kamar atau kata lain menaikkan harga karena permintaan tinggi,hal ini hendaknya di lakukan melalui koordinasi dengan instansi terkait.

Kami menegaskan  harga sewa kamar hotel dan penginapan Haris tetap berada di posisi terjangkau demo membantu keberlangsungan pariwisata daerah saat musim perang air sampai seterusnya.

Intinya, "Harga kamar kalau ada keinginan  menyesuaikan seiring digelarnya Iven Nasional perang air,Jangan sampai kebangetan lah. Harus tetap dalam berada di batas yang wajar," kata wakil rakyat dari partai PAN itu lagi.

Menurutnya,Jika tarif kamar mengalami lonjakan terlalu tinggi di khawatirkan akan berpotensi menurunkan minat wisatawan untuk berkunjung ke kota selatpanjang,yang akhir akhir ini di moment tersebut selalu  tujuan utama pada perayaan Imlek dan Cap Go Meh."

Jadi Kalau semua hotel penginapan pasang harga tinggi di khawatirkan jika jadi kelurahan para wisatawan.ini juga harus kita jaga,Sebab kenyamanan wisatawan yang datang tidak hanya ditentukan oleh rangkaian pelaksanaan Iven di lapangan sebab tak kalah pentingnya soal keterjangkauan harga akomodasi.

Dan sebelum pelaksanaan Iven tersebut hendaknya dinas terkait melakukan koordinasi meliputi jumlah hotel, jumlah kamar, serta kapasitas daya tampung secara keseluruhan, sehingga upaya penerimaan PAD pun bisa.dilakikan secara maksimal.

Karena  dengan pengelolaan harga sewa kamar yang wajar dan informasi yang faktual ,Wisatawan atau tamu akan merasa aman dan nyaman untuk berkunjung ke kota Selatpanjang ini. 

Menurutnya, kita tentunya mendorong potensi wisata daerah untuk meningkatkan angka wisatawan. Seperti festival perang air ini kita menargetkan kunjungan wisatawan Sebanyak-banyaknya," ungkap Syafi'i kepada awak media Senin (2/02/2026).

Iven yang memiliki nilai keistimewaan tersendiri tersebut diyakini dapat menarik perhatian wisatawan. Baik lokal, nasional hingga mancanegara. Bahkan, tahun - tahun sebelumnya ada wisatawan dari eropa yang datang untuk melihat potensi wisata tersebut.

Untuk itu, masyarakat di Riau diharapkan juga mendukung dan menyemarakkan potensi pariwisata tersebut. Sehingga dapat memberikan kontribusi positif pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. ****red

Berita Lainnya

Index