Berikut Taklimat Ramadhan 1447H/2026M yang di Keluarkan FKPMR

Berikut Taklimat Ramadhan 1447H/2026M yang di Keluarkan FKPMR
Berikut Taklimat Ramadhan 1447H/2026M yang di Keluar FKPMR

UTUSANRIAU. CO, PEKANBARU - Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, Forum Komunikasi Pemuka Masyarakat Riau (FKPMR) secara resmi mengeluarkan Taklimat Ramadhan. Dokumen ini menjadi pedoman sekaligus seruan moral bagi seluruh elemen masyarakat di Bumi Lancang Kuning agar tetap menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan adat Melayu.

Taklimat yang diterbitkan pada 13 Februari 2026 ini merujuk pada falsafah "Adat Bersendi Syara', Syara’ Bersendi Kitabullah". Pernyataan sikap ini ditandatangani langsung oleh Ketua Umum FKPMR, Drs. H. Raja Mambang Mit, dan Sekretaris Jenderal, Dr. H. Ahmad Hijazi, SE., M.Si.
Dalam maklumat tersebut, FKPMR menekankan lima poin utama guna menjaga kekhusyukan umat dalam beribadah:
-Pelestarian Norma: Mengajak seluruh lapisan masyarakat yang bermastautin di Riau untuk menjaga norma agama, adat, dan sosial Melayu, serta tetap tunduk pada supremasi hukum.

-Tindak Tegas Penyakit Masyarakat: Meminta Pemerintah Daerah dan Aparat Penegak Hukum untuk menghentikan operasional tempat hiburan malam, perjudian, panti pijat, hingga warung remang-remang yang mencederai kesucian bulan Ramadhan.

-Peningkatan Ibadah: Mengimbau umat Muslim menyambut Ramadhan dengan ikhlas serta meningkatkan amaliyah untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

-Memperkuat Ukhuwah: Mengajak para muballigh dan umat Islam menjaga persaudaraan (Ukhuwah Islamiyah, Wathaniyah, dan Basyariyah) serta menghindari perdebatan masalah khilafiyah yang dapat memecah belah umat.

-Toleransi Beragama: Menghimbau warga non-Muslim untuk bersama-sama menghormati kesucian Ramadhan dan menjaga kerukunan serta toleransi antarumat beragama.
Ketua Umum FKPMR, Raja Mambang Mit, menegaskan bahwa Taklimat ini merupakan wujud komitmen nyata dalam menegakkan Amar Ma’ruf Nahi Munkar.

"Ini adalah tanggung jawab moral dan sosial kita bersama untuk menjunjung adat dan menjulang marwah budaya Melayu Riau. Kita ingin Ramadhan tahun ini menjadi momentum untuk mewujudkan Riau sebagai negeri yang Baldatun Thayyibatun wa Rabbun Ghafur," ungkapnya.

FKPMR berharap pemerintah dan aparat dapat bersinergi dalam mengawasi aktivitas-aktivitas yang berpotensi memicu maksiat, sehingga kesucian bulan yang agung ini tetap terpelihara hingga Idul Fitri tiba.***
Sumber : Amira riau. com
 

Berita Lainnya

Index