UTUSANRIAU. CO, PEKANBARU- Langkah pemerintah dalam mengendalikan harga komoditas pangan strategis mulai menunjukkan hasil optimal.
Harga sejumlah komoditas pangan saat ini mulai sesuai dengan kebijakan pemerintah baik terkait Harga Eceran Tertinggi (HET) maupun Harga Acuan Pemerintah (HAP).
Setelah berhasil mengendalikan harga minyak goreng Minyakita pada Pekan lalu, Satuan Tugas Sapu bersih (Satgas Saber) Harga Pangan di Kota Pekanbaru juga berhasil menurunkan harga komoditas gula.
Sebagaimana diketahui, sebelumnya, harga gula pasir di Pekanbaru sempat cukup tinggi, berkisar Rp18.500 hingga Rp21.000 per kilogram. Namun, pada pemantauan Senin (24/2/2026), harga gula pasir mulai turun menjadi Rp17.500 per kilogram.
''Sebagaimana diketahui, harga gula di Pekanbaru sebelumnya sempat di atas Rp18.500 hingga Rp21.000 per kilo. Tapi, sore kemarin (Senin (24/2/2026), kita memantau di salah satu swalayan retail terbesar di Pekanbaru, Budiman, harga gula pasir sudah sesuai HET, yakni Rp17.500,''ungkap Kadis Ketahanan Pangan Pekanbaru Dedy Sambudi melalui Kepala Bidang Distribusi dan Cadangan Pangan Dinal Husna, Selasa (25/2/2026).
''Kita turun melakukan pengecekan pada siang hari tadi, dan kita temukan harga sudah sesuai HET untuk gula, yakni Rp17.500 artinya, itu harga sampai ke pembeli,'' kata Dinal.
Guna memastikan bahwa itu tidak bersifat sementara, Dinal Husna mengungkapkan pihaknya melakukan pengecekan ke dua distributor pemasok, dan hasilnya terkonfirmasi, juga mengalami penurunan yakni berkisar Rp17.100 per kilogram.
Pemantaauan hingga ke distributor ini juga, dikatakan Dinal dalam upaya memastikan di rantai pasok mana harga gula menjadi tinggi.
''Dari pemantauan di distributor, harga yang sampai ke mereka Rp17.000 hingga Rp17.100 dan dari sana terungkap kalau harga yang tinggi berasal dari produsen,'' ungkap Dinal.
Berkaitan dengan itu, Dinal mengungkapkan, dari koordinasi bersama tim Satreskrimsus Polresta Pekanbaru, sebagai Koodinator Tim Saber Harga Pangan pihaknya akan menyurati produsen dan retail untuk memastikan kepatuhan terhadap HET dan HAP.
Selain itu, Dinal mengungkapkan, pihaknya akan melakukan sosialisasi dengan turun ke seluruh usaha retail dan pasar untuk memastikan harga gula sampai ke konsumen di Rp17.500.
''Ingat ya, Rp17.500 itu harga sampai ke konsumen, bukan dari distributor. Kalau distributor itu harganya harus di bawah Rp17.500 per kilogram,''tegas dia.
Dia juga menjelaskan, sesuai dengan Surat Sekretaris Utama (Sestama) Bapanas, diminta kepada para pelaku usaha pangan mulai dari tingkat produsen, distributor dan retail juga pedagang di pasar untuk mematuhi ketentuan yang ada soal harga.
''Bila tidak dipatuhi, sesuai dengan arahan Satgas Saber Harga Pangan yang dikomandoi Satreskrimsus Polresta Pekanbaru akan diberlakukan sanksi, mulai dari yang bersifat administratif berupa peringatan hingga pencabutan izin dan penghentian pasokan,'' ungkap Dinal.
Dia juga menjelaskan, turunnya harga gula dan beberapa komoditas pangan lainnya di Pekanbaru ini bisa menjadi angin segar bagi masyarakat, khususnya dalam menjalankan ibadah ramadhan dan menjelang hari besar keagamaan Idul Fitri yang akan datang.
''Kami akan turun ke seluruh retail untuk memantau. Dan kami harapkan kembali kepatuhan bersama untuk penegakan harga sesuai HAP dan HET,'' pungkas dia.
*Minyakita Juga Turun
*
Sebagaimana diketahui, sebelumnya, Satgas Saber Harga Pangan juga menyisir harga jual minyak goreng medium, Minyakita dan juga beras.
Saat ini harganya di pasar juga mulai menunjukkan penurunan sangat signifikan.

