UTUSAN RIAU.CO , PEKANBARU – Upaya memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di tengah keluhan antrean panjang terus dilakukan. Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut bersama Pemerintah Provinsi Riau dan sejumlah pemangku kepentingan turun langsung meninjau kondisi SPBU di Pekanbaru, Minggu (3/5/2026).
Peninjauan dilakukan di dua titik strategis, yakni SPBU 14.282.668 Harapan Raya dan SPBU 14.281.618 Nangka. Kegiatan ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari DPRD Riau, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas ESDM, Satpol PP, hingga Hiswana Migas.
Ketua Pansus Optimalisasi Pendapatan Daerah DPRD Riau, H Abdullah, SPd menegaskan bahwa langkah ini merupakan bentuk respons cepat atas meningkatnya kebutuhan BBM masyarakat dalam beberapa waktu terakhir. Pemerintah ingin memastikan distribusi berjalan lancar dan tidak terjadi kekosongan pasokan di lapangan.
Dalam peninjauan tersebut, disampaikan bahwa pemerintah bersama Pertamina telah melakukan berbagai langkah antisipatif. Salah satunya adalah peningkatan stok atau build up hingga 20 persen di atas kondisi normal, guna mengimbangi lonjakan konsumsi yang terjadi sejak akhir April hingga awal Mei 2026.
Selain itu, Pertamina juga menambah armada mobil tangki untuk mempercepat distribusi ke SPBU, khususnya di wilayah dengan tingkat konsumsi tinggi. Pengiriman BBM bahkan dilakukan lebih awal dari jadwal normal, serta mendorong sejumlah SPBU untuk beroperasi selama 24 jam demi mengurai antrean.
Abdullah menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam menjaga stabilitas energi. Ia memastikan pemerintah akan terus melakukan monitoring intensif agar distribusi BBM tepat sasaran. Di sisi lain, masyarakat diimbau untuk tidak melakukan panic buying dan membeli BBM sesuai kebutuhan.
Sementara itu, Area Manager Communication, Relations & CSR Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw, menegaskan komitmen Pertamina dalam menjaga pasokan energi. Ia menyebut percepatan distribusi menjadi prioritas utama agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi secara merata.
Dukungan juga datang dari Ketua DPC Hiswana Migas Riau, Tuah Laksamana Negara, yang menyatakan kesiapan lembaga penyalur untuk mengoptimalkan operasional SPBU, termasuk memperpanjang jam layanan hingga 24 jam di sejumlah titik.
Meski berbagai langkah telah dilakukan, kondisi di lapangan masih menunjukkan antrean panjang di sejumlah SPBU. Warga bahkan harus menunggu berjam-jam untuk mendapatkan BBM, memicu keresahan dan pertanyaan publik terkait stabilitas pasokan.
Fenomena ini diduga dipengaruhi oleh kombinasi lonjakan permintaan, keterlambatan distribusi dari depo ke SPBU, serta panic buying yang mempercepat habisnya stok. Faktor teknis seperti gangguan suplai, keterbatasan operasional SPBU, hingga kebijakan pembatasan kuota juga disebut turut berkontribusi.
Karena itu, transparansi informasi menjadi kunci penting dalam menjaga kepercayaan masyarakat. Penjelasan yang terbuka dan rinci dari pihak terkait dinilai sangat dibutuhkan agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.
Melalui sinergi antara pemerintah, Pertamina, dan seluruh pemangku kepentingan, diharapkan distribusi BBM di Riau dapat kembali stabil. Dengan langkah konkret dan komunikasi yang jelas, kebutuhan energi masyarakat diharapkan tetap terpenuhi dan aktivitas ekonomi dapat berjalan normal kembali.****rls / Edward P