UTUSANRIAU.CO, ROKAN HULU - Salah seorang anggota DPRD RI dar Fraksi Demokrat asal Riau Komisi enam Dr.H Achmad,M.Si. meminta Pertamina Riau agar meningkatkan pengawasan kepada SPBU yang ada agar tidak terjadi penyelewengan BBM bersubsidi kendatipun stok BBM masih aman dan menculupi namun tidak dijadikan untuk keperluan Industri.
Hal itu disampaikan Achmad usai Audiensi dengan Pemkab Rohul dalam Kunjungan saat Reses di Ruang rapat Khusus Rumah Dinas Bupati Rohul Selasa (05/05/202),termasuk menyikapi adanya Info kepanikan warga karena sulitnya mendapatkan BBM.
Pada kesempatan itu Achmad menjelaskan bahwa dirinya juga menampung aspirasi dari Bupati Rokan Hulu Anton, kemudian para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan juga para Camat se Rokan Hulu untuk diperjuangkan di tingkat pusat
“Kita harapkan hal yang menjadi proporsi dari APBN itu bisa terkafer dan kita upayakan nanti apa yang menjadi aspirasi hari ini dari Pemkab Rokan Hulu kita perjuangkan, kita usulkan dan kita programkan. Sehingga Rokan Hulu dalam keterbatasan APBDnya tapi pembangunan kita harapkan tetap berjalan”, tutur Achmad.
Dengan kolaborasi dan sinergitas yang baik ini Achmad berharap laju pembangunan di Rokan Hulu semakin ditingkatkan. Disamping dengan meyerap aspirasi dari Pemkab Rohul Achmad juga menyoroti panik buying yang membuat sejumlah pertamina mengalami antrian yang cukup panjang.
Terkait dengan keluhan Masyarakat dengan langkanya BBM sejak beberapa bulan ini dirinya menyampaikan bahwa pada prinsipnya BBM subsidi saat ini masih dalam kategori cukup, tapi dengan adanya isu harga BBM akan naik, sehingga ada panik buying. Seharusnya masyarakat tidak perlu panik karena stok BBM masih tersedia dan cukup.
,"kita harapkan pada jajaran pemerintah Kabupaten Rokanhulu untuk memberikan penjelasan kepada masyarakat, sehingga tidak ada keraguan masyarakat terhadap ketersediaan BBM”, ucap Achmad.
Mantan Bupati Rokan Hulu dua periode itu juga menyampaikan agar distribusi BBM, armada pengangkut minyak ditambah sehingga tidak terjadi keterlambatan dalam pengisian di SPBU.
Hal ini untuk menghindari kalau BBM terlambat masuk, muncul isu kelangkaan BBM padahal sebenarnya tidak ada terjadi kelangkaan,namun dikarenalam armada pengangkut nya yang kurang.
,"untuk itu pihak Pertamina juga harus meningkatkan pengawasannya di lapangan ,Pertamina kita minta agar diawasi, jagan sampai BBM bersubsidi ini disalahgunakan untuk industri, apalagi Riau ini merupakan daerah perkebunan yang cukup banyak . Sehingga nanti tidak tepat sasaran subsidi pemerintah malah untuk industri”, terang Akhmad.
Achmad juga menekankan yang perlu diawasi adanya dugaan bahwa pelansir BBM bersubsidi ini cukup ramai bahkan diduga setiap SPBU ada dan bekerja sama dengan petugas SPBU itulah yang perlu diawasi agar distribusi BBM tepat sasaran terutama terhadap BBM yang bersubsidi.(Yus)