Rokanhulu-Badan Amil Zakat(BAZNAS) dan Dinas Kesehatan Kabupaten Rokanhulu memberikan bantuan Khitanan massal sebanyak 320 orang anak dari warga kurang mampu,Untuk Kecamatan Rambah hari ini kamis(19/06/2026) dilaksanakan sebanyak 90 orang dengan rincian 50 orang dari BAZNAS dan 40 orang dari Dinkes.
Ketua Badan Amil Zakat(BAZNAS) Rokanhulu H.Baihakki Adhuha LC.MA mengatakan dari 320 tersebut yakni dari Kecamatan Bangun purba sebanyak 35 orang,Rambah hilir 35 orang ,Rambah Samo 35 orang,Ujungbatu 35 orang,Tandun 35 orang,Kepenuhan 35 orang,Tambusai Utara 35 orang dan Rokan IV Koto 25 orang.
Baihakki juga menyampaikan khitanan masal ini dilaksanakan secara bertahap dimana Untuk Kecamatan Rambah sebanyak 90 orang dan Kecamatan Bangun Purba sebanyak 35 orang dilaksanakan pada hari ini kamis(19/06) sedang selanjutnya akan di sesuaikan dengan jadwal yang sudah di Jadwalkan.
,"Target kita di seluruh Kabupaten Rokanhulu sebanyak 320 orang dengan totol anggaran Rp.200.juta bisa selesai tepat waktu,"Ujar Baihakki .
Ditambahkan Baihakki Sunat massal yang diadakan oleh Basnas untuk membantu saudara kita yang kurang mampu dari keluarga Fakir dan miskin agar mereka dapat melaksanakan salah satu Syariat Islam,
Pada pelaksanaan Khitanan masal ini adalah Jasa Khitan untuk Tenaga Kesehatan,uang saku,kain sarung,celana khitan dan konsumsi untuk anak yang di khitan,pendamping dan tenaga Medis.
Ini akan dilaksanakan setiap tahunnya karena kebutuhan dari keluarga yang kita anggap butuh bantuan Insya Alloh akan kita bantu setiap tahunnya.
Kepada orang tua anak khitan,dengan adanya bantuan Basnas dan Dinkes serta PKK,diharapkan anaknya. Berkembang dalam ketaatan,kepada agama Negara dan bangsa.
Di tempat yang sama Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Rokanhulu melalui Kepala Puskesmas Rambah Gus Aedy mengatakan antusiasme masyarakat terhadap program khitanan masal ini cukup tinggi. Hingga saat ini, jumlah peserta yang telah mendaftar mencapai320 anak.
Untuk mendukung kelancaran kegiatan,ini Puskesmas Rambah menyediakan beberapa unit tempat tidur (bed), tenaga kesehatan, serta kebutuhan obat-obatan. Seluruh pihak juga terus melakukan koordinasi dan kolaborasi guna memastikan pelayanan berjalan optimal.
"Kami bersama Basnas dan PKK yang menjadi mitra terus berkoordinasi agar seluruh kebutuhan medis dan pelayanan dapat terpenuhi dengan baik. Ini merupakan bentuk kolaborasi bersama untuk menyukseskan kegiatan khitanan massal di Tahun 2026ini" jelasnya.
Gus Ardy menjelaskan , aspek keselamatan dan kualitas pelayanan menjadi perhatian utama panitia. Oleh karena itu, setiap peserta sudah menjalani proses skrining kesehatan terlebih dahulu sebelum dilakukan tindakan medis.
"Untuk mencegah terjadinya kesalahan dalam pelayanan, seluruh peserta juga sudah menjalani pemeriksaan atau skrining terlebih dahulu. Setelah menjalani sunat, anak-anak juga kami imbau untuk melakukan kontrol kesehatan kembali di puskesmas masing-masing Kecamatan dengan membawa kartu BPJS atau kartu Universal Health Coverage (UHC) sesuai identitas masing-masing,"tutupnya.**(yus)