Pemenuhan Hak Spiritual, Lapas Bagansiapiapi Resmikan Gereja Oikumene Baru

Pemenuhan Hak Spiritual, Lapas Bagansiapiapi Resmikan Gereja Oikumene Baru
Pemenuhan Hak Spiritual, Lapas Bagansiapiapi Resmikan Gereja Oikumene Baru

UJUNG TANJUNG - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bagansiapiapi kembali menunjukkan komitmennya dalam memberikan pelayanan terbaik bagi warga binaan, khususnya dalam pemenuhan hak beribadah sesuai agama dan kepercayaan masing-masing.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan ibadah rutin Gereja Oikumene yang kini berlangsung pada Minggu (21/6) di gedung baru, memberikan suasana lebih layak dan nyaman bagi warga binaan beragama Kristen.

Ibadah yang berlangsung khidmat ini dipimpin oleh pendeta dari gereja setempat, hasil kerja sama dengan pihak Lapas Bagansiapiapi. Kehadiran pendeta diharapkan mampu memberikan penguatan iman, motivasi hidup, serta siraman rohani bagi warga binaan.

Kepala Lapas Kelas IIA Bagansiapiapi, Agus Imam Taufik, menegaskan bahwa pembinaan kepribadian melalui jalur keagamaan merupakan salah satu pilar penting dalam proses rehabilitasi di dalam Lapas.

"Kami selalu mendukung penuh setiap kegiatan keagamaan di sini. Melalui ibadah rutin ini, kami berharap warga binaan Kristen dapat merefleksikan diri, mendekatkan diri kepada Tuhan, sehingga ketika mereka bebas nanti, mereka siap kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang jauh lebih baik," ujarnya.

Suasana haru dan penuh kedamaian menyelimuti ruangan sepanjang ibadah, terutama saat sesi puji-pujian dan doa bersama. Bagi warga binaan, momen ini bukan sekadar kewajiban agama, melainkan juga wadah untuk saling menguatkan.

Pihak Lapas memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan tertib, aman, dan tetap mengedepankan pengawasan yang humanis oleh petugas. Hal ini menjadi bukti nyata bahwa pembinaan di Lapas tidak hanya berfokus pada aspek hukum, tetapi juga spiritual.

Kegiatan ibadah Gereja Oikumene di Lapas Bagansiapiapi dipastikan akan terus digelar secara rutin sebagai bagian dari program pembinaan kepribadian berkelanjutan, sehingga warga binaan dapat menjalani masa pidana dengan lebih bermakna dan penuh harapan. (zal)

Berita Lainnya

Index