​Lapas Bagansiapiapi Gandeng Kemenag Rohil Lewat KUA Tanah Putih, Perkuat Pembinaan Mental Spiritual Warga Binaan

​Lapas Bagansiapiapi Gandeng Kemenag Rohil Lewat KUA Tanah Putih, Perkuat Pembinaan Mental Spiritual Warga Binaan
​Lapas Bagansiapiapi Gandeng Kemenag Rohil Lewat KUA Tanah Putih, Perkuat Pembinaan Mental Spiritual Warga Binaan

​UJUNG TANJUNG - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II Bagansiapiapi terus berkomitmen memberikan pembinaan terbaik bagi para warga binaan. Hal ini dibuktikan dengan dilaksanakannya penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) kerja sama strategis antara Lapas Kelas II Bagansiapiapi dengan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Rokan Hilir, yang dalam hal ini diwakili oleh Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Tanah Putih.

​Kerjasama ini dirancang khusus untuk memperluas dan memperdalam program pembinaan keagamaan di dalam Lapas. Melalui sinergi ini, kedua instansi sepakat untuk menghadirkan bimbingan yang lebih terstruktur dan berkelanjutan bagi warga binaan.

Adapun ruang lingkup kerja sama yang disepakati mencakup enam poin utama pembinaan, antara lain ​Kegiatan Pembinaan Ibadah, Memperbaiki dan memantau tata cara ibadah harian warga binaan agar sesuai dengan tuntunan syariat.

Untuk Pembinaan Al-Quran berupa Program pemberantasan buta aksara Al-Quran, mulai dari teknik membaca (iqra), tajwid, hingga program hafalan (tahfidz).

​Pembinaan Keagamaan dan Mental Spiritual, Pemberian tausiyah, konseling religi, dan kajian rutin untuk menyentuh hati serta memperbaiki akhlak para warga binaan.

Pembinaan Hari Besar Islam (PHBI) yakni Kolaborasi dalam menyemarakkan dan menyelenggarakan peringatan hari-hari besar Islam di lingkungan Lapas.

Pelatihan Keagamaan yakni Membekali warga binaan dengan keterampilan praktis keagamaan, seperti pelatihan penyelenggaraan jenazah (fardhu kifayah), seni kaligrafi, hingga retorika dakwah.

Seluruh rangkaian kegiatan pembinaan dan pelatihan tersebut nantinya akan dipusatkan secara terjadwal di dalam area Lapas Kelas II Bagansiapiapi, dengan menghadirkan para penyuluh agama dan pemateri berkompeten dari KUA Tanah Putih.

​Kepala Lapas Bagansiapiapi, Agus Imam Taufik menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan langkah krusial dalam mendukung proses reintegrasi sosial warga binaan.

​"Kami ingin memastikan bahwa setelah menyelesaikan masa pidananya, para warga binaan tidak hanya keluar dengan keterampilan fisik, tetapi juga membawa fondasi mental dan spiritual yang kuat. Kehadiran perwakilan Kemenag melalui KUA Tanah Putih sangat membantu kami dalam mewujudkan lingkungan Lapas yang religius dan kondusif," ujarnya.

​Pihak Kemenag Rokan Hilir melalui KUA Tanah Putih juga menyambut baik kolaborasi ini. Mereka menegaskan kesiapannya untuk mendedikasikan waktu dan tenaga demi membimbing warga binaan agar siap kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang jauh lebih baik dan bermanfaat.

​Dengan adanya MoU ini, diharapkan pembinaan kepribadian berbasis keagamaan di Lapas Kelas II Bagansiapiapi dapat berjalan lebih optimal, melahirkan insan-insan yang bertaubat, dan memperkecil angka residivisme di wilayah Rokan Hilir. (zal)

Berita Lainnya

Index