UTUSAN RIAU.CO, PELALAWAN — Polres Pelalawan kembali mengintensifkan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah hukum Polsek Kerumutan. Sebanyak 82 personel gabungan diterjunkan untuk melakukan pemadaman dan penyekatan api di lahan eks PT Merbau Pelalawan Lestari (MPL), Kelurahan Kerumutan, Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan, Jumat (4/9/2026).
Operasi yang berlangsung sejak pukul 08.00 WIB hingga 18.00 WIB tersebut dipimpin langsung Waka Polres Pelalawan Kompol Asep Rahmat, S.H., S.I.K., M.M. Turut mendampingi Kapolsek Kerumutan Ipda Budi Santoso, Kasat Resnarkoba Iptu Haryanto Alex Sinaga, S.H., M.H., serta Kanit Provost Ipda Rudi Butarbutar, S.H.
Tim gabungan terdiri dari 43 personel Polri, masing-masing 14 personel Polres Pelalawan, 10 personel Polsek Kerumutan, tujuh personel Polsek Ukui, dua personel Polsek Pangkalan Lesung dan 10 personel Polsek Pangkalan Kuras. Selain itu, turut diperkuat 30 personel Regu Pemadam Kebakaran (RPK) PT Gandaerah Hendana (GH) dan sembilan personel RPK PT EMP.
Lokasi yang menjadi sasaran pemadaman merupakan lahan gambut dengan vegetasi semak belukar dan berstatus HPK eks PT MPL. Kondisi gambut yang mudah menyimpan bara di bawah permukaan menjadi tantangan tersendiri bagi petugas. Untuk mendukung operasi, tim menggunakan dua unit mesin Tohatsu lengkap dengan selang, tujuh unit mesin ministrike serta satu unit kendaraan double cabin untuk mobilitas dan suplai air.
Kapolsek Kerumutan Ipda Budi Santoso mengatakan, petugas tidak hanya berkonsentrasi memadamkan titik api, tetapi juga melakukan penyekatan untuk mencegah kobaran meluas. Personel dibagi dalam sejumlah regu agar proses penanganan dapat dilakukan secara maksimal.
“Hari ini kita fokus padamkan titik api dan lakukan penyekatan agar tidak meluas. Personel kita bagi per regu,” ujarnya.
Menurut Budi, kondisi medan gambut dan faktor keselamatan menjadi kendala utama dalam operasi. Lokasi kebakaran berdekatan dengan habitat satwa liar sehingga aktivitas pemadaman pada malam hari dihentikan sementara. Hingga pukul 18.00 WIB, kobaran api sudah tidak terlihat, namun masih ditemukan kepulan asap tipis dari bawah permukaan gambut yang mengindikasikan masih adanya panas.
Tim gabungan selanjutnya akan kembali ke lokasi pada Sabtu (5/9/2026) untuk melakukan pendinginan secara menyeluruh guna memastikan bara di dalam gambut benar-benar padam dan tidak kembali memicu kebakaran.
Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, lancar dan kondusif. Polres Pelalawan bersama perusahaan serta unsur terkait terus memperkuat sinergi dalam upaya penanganan sekaligus pencegahan karhutla di wilayah Kerumutan.****rls/Ep