UTUSAN RIAU.CO, PELALAWAN — Perhelatan Helat Pelalawan dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-27 Kabupaten Pelalawan Tahun 2026 resmi ditutup Bupati Pelalawan H. Zukri, Senin (12/10/2026) malam. Penutupan yang berlangsung meriah di halaman Kantor Bupati Pelalawan, Pangkalan Kerinci, itu dipadati belasan ribu masyarakat yang antusias menyaksikan puncak perayaan dengan penampilan spesial Wali Band dan hiburan Nuri Selasih KDI.
Helat Pelalawan yang berlangsung selama lima hari, mulai 8 hingga 12 Oktober 2026, menjadi momentum kebersamaan pemerintah daerah, masyarakat, pelaku usaha, dan berbagai elemen untuk merayakan perjalanan Kabupaten Pelalawan yang memasuki usia ke-27 tahun. Hadir dalam acara tersebut Wakil Bupati Pelalawan H. Husni Tamrin, unsur Forkopimda, anggota DPD RI, jajaran pemerintah daerah, tokoh masyarakat, pimpinan perusahaan, pelaku UMKM, insan pers, serta berbagai elemen masyarakat.
Di hadapan ribuan pengunjung, Bupati Zukri yang didampingi Wakil Bupati Husni Tamrin menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras menyukseskan Helat Pelalawan. Ia secara khusus mengapresiasi dukungan perusahaan, panitia, generasi muda, dan pelaku UMKM yang berpartisipasi dalam rangkaian kegiatan tersebut.
"Terima kasih kepada seluruh perusahaan, para panitia dan anak-anak muda yang bertungkus lumus mempersiapkan Helat Pelalawan ini," ungkap Zukri dalam sambutannya.
Zukri mengakui, penyelenggaraan Helat Pelalawan tahun ini berlangsung di tengah tantangan fiskal daerah, menyusul pemotongan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) hingga Rp270 miliar. Namun, kondisi tersebut tidak menghentikan upaya pemerintah daerah untuk menjalankan program pembangunan dan menghadirkan kegiatan bagi masyarakat.
Menurutnya, kolaborasi, inovasi, dan dukungan berbagai pihak menjadi kunci agar program daerah tetap berjalan.
Mengusung tema "Mo La Awak Bangun Pelalawan", yang bermakna ajakan bersama membangun Pelalawan, Zukri menegaskan bahwa kemajuan daerah tidak dapat diwujudkan hanya oleh pemerintah.
Diperlukan sinergi, gotong royong, dan semangat kebersamaan seluruh elemen masyarakat, tanpa memandang profesi maupun latar belakang. Ia menyebut keberhasilan penyelenggaraan Helat Pelalawan di tengah keterbatasan anggaran sebagai salah satu contoh pentingnya kerja sama.
"Pelalawan harus dibangun bersama-sama, harus dibangun oleh kita semua, siapa pun kita, apa pun profesi kita. Tidak usah banyak mengeluh, tapi banyaklah berbuat," tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Zukri juga memaparkan sejumlah indikator pembangunan Kabupaten Pelalawan tahun 2025.
Pertumbuhan ekonomi daerah tercatat sebesar 4,96 persen, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi Provinsi Riau sebesar 4,74 persen. Angka kemiskinan turun dari 8,49 persen menjadi 7,24 persen, sementara kemiskinan ekstrem berkurang dari 188 kepala keluarga menjadi 99 kepala keluarga. Tingkat pengangguran terbuka tercatat 2,42 persen, lebih rendah dibandingkan angka Provinsi Riau sebesar 4,06 persen, sedangkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) meningkat menjadi 75,80 poin dan masuk kategori tinggi.
Pemerintah Kabupaten Pelalawan, lanjut Zukri, juga menjalankan sejumlah program prioritas yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Di antaranya bantuan bagi 5.762 anak yatim dengan anggaran Rp16,8 miliar, bantuan seragam sekolah, bantuan lansia, perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH), serta program kredit UMKM berbunga nol persen. Pada sektor pendidikan, tahun 2026 dialokasikan anggaran revitalisasi 68 sekolah sebesar Rp42,9 miliar, sekaligus mempersiapkan Pelalawan Boarding School di kawasan Teknopolitan bagi anak yatim dan keluarga kurang mampu. Sementara itu, cakupan Universal Health Coverage (UHC) mencapai 99,61 persen dengan anggaran Rp36,2 miliar.
Di bidang infrastruktur, Zukri menyampaikan bahwa tingkat kemantapan jalan Kabupaten Pelalawan saat ini mencapai 40,68 persen. Pemerintah daerah terus mengupayakan peningkatan infrastruktur melalui skema swakelola, Dana Bagi Hasil (DBH) Sawit, program Inpres Jalan Daerah, serta dukungan tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR. Selain itu, pemerintah daerah berencana membangun Pelalawan Islamic Mall di Pangkalan Kerinci sebagai pusat wisata religi yang terintegrasi dengan miniatur Ka'bah. Zukri mengajak masyarakat mendoakan agar seluruh proses pembangunan tersebut berjalan lancar dan memberikan manfaat luas.
Rangkaian penutupan Helat Pelalawan ke-27 turut diisi dengan penyerahan penghargaan kepada para pihak yang berkontribusi dalam pembangunan daerah, peluncuran layanan Menawan (Melayani Administrasi Kependudukan) oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, serta penandatanganan kerja sama. Acara tersebut dihadiri Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Riau H. Tekad Parbatas Setia Dewa yang mewakili Pelaksana Tugas Gubernur Riau, anggota DPD RI Abdul Hamid dan Sewetri, Ketua DPRD Pelalawan H. Syafrizal, Dandim 0313/KPR Letkol Czi Satriady Prabowo, Kapolres Pelalawan AKBP Ahmad Nur A., Kajari Dr. Eka Nugraha, Ketua Pengadilan Negeri Dr. Andry Simbolon, Ketua Pengadilan Agama Sudarman, serta Sekda T. Zulfan. Hadir pula para mantan kepala daerah, anggota DPRD, kepala OPD, camat, lurah, ASN, organisasi lintas agama, pimpinan perusahaan, dan tokoh masyarakat.
Menutup sambutannya, Zukri kembali mengajak seluruh masyarakat menjadikan momentum Hari Jadi ke-27 sebagai penguat persaudaraan dan semangat membangun daerah. Ia berharap Helat Pelalawan tidak hanya menjadi hiburan tahunan, tetapi juga mampu menggerakkan ekonomi masyarakat, khususnya pelaku UMKM yang turut meramaikan kegiatan. Diiringi kemeriahan penampilan Wali Band dan Nuri Selasih KDI, penutupan Helat Pelalawan berlangsung semarak hingga menjadi ruang kebersamaan bagi masyarakat. Zukri pun menyampaikan harapan agar semangat kolaborasi terus terjaga demi masa depan Kabupaten Pelalawan.
"Saya dan Pak Wakil tentu memiliki kekurangan dan tidak sempurna. Namun, dengan semangat 'Mo La Awak Bangun Pelalawan', mari kita bangun Pelalawan bersama-sama dengan kemampuan yang kita miliki," pungkas Zukri, seraya mengucapkan sampai jumpa pada Helat Pelalawan tahun 2027.****