ROKAN HILIR - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bagansiapiapi kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat pembinaan kepribadian berbasis keagamaan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Pada Sabtu (24/10).Pelatihan hadrah digelar dengan penuh semangat diikuti oleh para warga binaan.
Kegiatan ini diinisiasi oleh Kepala Subseksi Bimbingan Kemasyarakatan dan Perawatan (Kasubsi Bimkemaswat), Islam Prayongono. Langkah tersebut merupakan implementasi nyata dari arahan Kepala Lapas Bagansiapiapi, Agus Imam Taufik, yang menekankan pentingnya pembinaan mental dan spiritual bagi warga binaan.
Islam Prayongono menuturkan bahwa pembentukan grup hadrah di Lapas diproyeksikan untuk mengisi berbagai agenda keagamaan.
"Pelatihan hadrah ini kami hadirkan sebagai langkah nyata arahan Kalapas Agus Imam Taufik dalam menguatkan pembinaan kerohanian warga binaan. Harapannya, grup yang terbentuk nantinya dapat tampil mengisi acara-acara keagamaan di Lapas Bagansiapiapi," ujarnya.
Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa grup hadrah akan berperan dalam kegiatan seperti pengajian rutin, tabligh akbar, hingga peringatan hari besar Islam.
Dengan demikian, warga binaan tidak hanya memperoleh pembinaan mental, tetapi juga kesempatan untuk berkontribusi dalam suasana religius di lingkungan Lapas.
Suasana pelatihan berlangsung khidmat dan harmonis. Para peserta diajak mempelajari teknik ketukan rebana, penyelarasan irama, serta melantunkan syair sholawat. Aktivitas ini menjadi sarana mempertebal rasa ketakwaan sekaligus melatih kekompakan tim.
Alunan sholawat yang dipadukan dengan ritme rebana menciptakan atmosfer religius yang menyentuh hati. Para warga binaan tampak antusias mengikuti setiap tahapan pelatihan, menunjukkan semangat baru dalam mengisi masa pembinaan dengan kegiatan positif.
Di bawah kepemimpinan Kalapas Agus Imam Taufik, Lapas Kelas IIA Bagansiapiapi terus menegaskan komitmennya menghadirkan program pembinaan yang humanis dan berkelanjutan. Fokusnya adalah membentuk pribadi warga binaan yang berakhlak mulia serta siap berkontribusi positif di tengah masyarakat.
Agus Imam Taufik menekankan bahwa pembinaan berbasis keagamaan menjadi fondasi penting dalam membentuk karakter warga binaan. "Kami berkomitmen untuk terus memfasilitasi kegiatan keagamaan agar mereka memiliki ketenangan batin dan kesiapan mental untuk menjadi pribadi yang lebih baik," ungkapnya.
Pelatihan hadrah ini juga menjadi bukti nyata sinergi antara petugas Lapas dan warga binaan. Dengan adanya wadah kreatif dan religius, warga binaan diharapkan mampu menyalurkan energi positif sekaligus memperkuat ikatan kebersamaan.
Melalui program ini, Lapas Bagansiapiapi berharap warga binaan semakin termotivasi untuk menanamkan nilai religius, disiplin, dan solidaritas. Dengan demikian, pembinaan yang dijalankan tidak hanya membentuk karakter, tetapi juga menyiapkan mereka menjadi pribadi yang lebih baik saat kembali ke masyarakat. (zal)

