BENGKALIS,UTUSANRIAU.CO -- Pengadaan Buku panduan pada pelaksanaan kurikulum 2013, yang secara keseluruhan diterapkan tahun ini disekolah mulai dari tingkat SD, SMP dan SMA, pengadaannya dilakukan ditingkat pusat, sehingga setiap pihak Sekolah se Indonesia diharuskan memesan kepusat untuk dilakukan pendistribusian.
Celakanya, dengan pengadaan buku kurikulum tahun ajaran 2013-2014 pelelangan di pusat, membuat di Kabupaten/Kota yang jauh jangkauannya hingga kini belum mendapat buku kurikulum tersebut, sehingga pihak Sekolah mengambil inisiatif membeli buku di toko sebagai pemandu menyampaikan pelajaran, dan tidak jadi persoalan isi dalam buku yang dibeli di toko itu, kurang sesuai dengan buku yang dilakukan pelelangan dipusat, lantaran percetakan yang berbeda.
Demikian yang di sampaikan Wakil Sekolah SMAN 2 Bantan-Bengkalis Herna Herliawan, bahwa lantaran hingga kini buku kurikulum belum juga di distribusikan oleh pusat, pihak sekolah dengan terpaksa membeli buku pelajaran di toko.
Dari sejak bulan Juni kemarin, pihak kita telah mengusulkan buku kurikulum yang memang dibutuhkan oleh setiap siswa dalam belajar, tapi hingga kini belum juga datang, makanya dengasn belajar mengajar tetap terus berjalan buku dari pusat belum juga datang, pihak kita terpaksa timbul inisiatif membeli buku ditoko.
"Apakah buku itu sesuai dengan yang dilelangkan dipusat apa tidak, kami tidak tahu, tapi apa boleh buat, jalan keluar yang lain memang tidak ada selain cara seperti itu, "tutur pria ini dengan panggilan akrabnya Wawan saat dihubungi, Rabu (27/8/2014) jelang siang.
Persoalan buku pemandu pelajaran kurikulum tahun ini yang masih menuai persoalan ditiap daerah yang jauh jangkauannya dari pusat, sehingga lambat untuk melakukan pendistribusian, juga menjadi keluhan orang tua murid.
Seperti yang disampaikan Warga Wonosari Barat, Kecamatan Bengkalis, Herman bahwa anaknya yang masih SD pernah menagis meminta duit orang tua untuk men fotokopy buku pemandu sekolah, lantaran dari pihak sekolah hanya memegang satu buku setiap pelajaran wajib dan dirinya malu tidak punya buku pelajaran, sebab teman di sekolah sudah punya buku fotokopyan pelajaran.
"Ini yang kita binggungkan sebagai rakyat kecil, katanya sekolah gratis termasuk buku kurikulum, tapi kenyataannya buku tidak ada di sekolah, sampai-sampai kami men fotokopy buku pelajaran untuk mempermudah belajar anak, sepertinya makin simpang siur persoalan pendidikan di Indonesia ini, "runtuk Herman.
Disisi lain, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bengkalis Hermansani melalui Sekretarisnya M. Noor Alamsyah mengakui bahwa distribusi dari pusat untuk buku kurikulum tahun ajaran 2013-2014 dari tingkat SD-SMA memang masih dibilang nol persen.
"Kalau untuk Kabupaten Bengkalis hingga kini memang masih nol persen, saya sendiri tak tahu apa masalahnya, karena laporan telah saya terima disetiap sekolah, bahwa usulan ke pusat untuk segera di distribusikan buku pelajaran tersebut dari sejak bulan Juni lalu, "terang Noor.
Noor Alam membeberkan, ada terindikasi kesulitan dari pihak perusahaan yang memenangkan lelang pengadaan buku kurikulum di pusat tersebut, saat akan melakukan pendistribusian di setiap dari yang jauh jangkauannya dari pusat.
"Ini yang menjadi persoalannya, sehingga akibat lambatnya pendistribusian ditiap daerah khususnya di Kabupaten Bengkalis, menjadikan pihak sekolah dalam melaksanakan pembelajaran dengan cara meraba raba mencari buku pemandu pelajaran yang sesuai dengan buku kurikulum tahun ini dan jelas itu kurag efektif bagi pihak sekolah terutama pada anak muridnya, "jelas Noor.
Dengan persoalan tersebut, Mantan Sekretaris BKD Bengkalis ini menyarankan pada pusat, agar untuk mengadaan buku pelajaran yang di biayai oleh Dana BOS dan DAK ini yang melakukan pelelangan biar dikerjakan di setiap daerah Kabupaten/Kota, agar pada saat siswa awal masuk sekolah sudah memegang buku pemandu pelajaran yang dimaksud dan pusat hanya bertugas menyusun isi buku saja.
"Ini semacam solusi saja, kita dari daerah hanya menerima apapun kebijakan dari pusat, namun kita sangat berharap pada pusat agar buku pelajaran tahun ini segera di distribusikan, sebab pihak sekolah dan anak murid sudah masuk sekolah dan membutuhkan buku pelajaran tersebut dan tanpa ada pemandu buku kurikulum, mereka mau belajar dengan apa, "tutup Noor seakan bertanya. (bp)
###
