SELATPANJANG, UTUSANRIAU.CO - Mahasiswa Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung (STPB), Jawa barat Senin (20/10) siang kemarin, tiba di Kota Selatpanjang Kabupaten Kepulauan Meranti. Kedatangan mereka bertujuan untuk melakukan kajian selama sebulan tentang destinasi pariwisata di Desa Wisata Bokor, Kecamatan Rangsang Barat.
Sekretaris Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Kepulauan Meranti, Selasa (21/10/14) mengatakan keenam mahasiswa semester 5 Program Studi Destinasi Pariwisata itu akan melakukan kajian di Desa Bokor selama sebulan lamanya. Hasil kajian nantinya akan di seminar kan oleh pihak kampus. Bahkan dalam seminar tersebut pihak Disparpora juga turut diundang sebagai narasumber. Kemudian, hasil kajian yang telah diperbaiki itu baru direkomendasikan kepada Disparpora Kepulauan Meranti sebagai acuan dalam melaksanakan pembangunan.
“Berdasarkan kajian itulah nantinya pengembangan desa wisata Bokor kita lakukan. Jadi, ada dasar yang kuat bagi kita dalam pengembangan destinasi pariwisata di Meranti,” kata Sekretaris Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Kepulauan Meranti, Drs H Ismail Arsyad MSi dalam jumpa pers di kantor Disparpora.
Untuk mempermudah mahasiswa itu, tambah Ismail Pemkab Meranti juga akan membantu di bidang akomodasi dan transportasi bagi keenam mahasiswa itu. Selain mempermudah mahasiswa melakukan kajian, dengan adanya bantuan mahasiswa tidak perlu lagi mengeluarkan biaya yang cukup besar. Apalagi hasil kajiannya juga akan direkomendasikan ke Pemkab Meranti.
Dia juga berpesan kepada mahasiswa itu agar benar-benar melakukan kajian yang berdasarkan potensi dan muatan lokal yang ada di Desa Bokor, tanpa harus menginput dari daerah lain yang alamnya benar-benar beda. “Jadi, selama di Meranti mereka kita inapkan di rumah kos, termasuk bantuan transportasi ketika mahasiswa mencari data sekunder,” sebut Ismail.
Dia juga menyadari sulitnya penelitian tersebut. Karenanya, kepada mahasiswa STPB diminta selalu berkoordinasi sehingga Pemkab Meranti bisa membantu, baik dalam mendapatkan data sekunder maupun lainnya.
Ketua Kelompok Magang Mahasiswa STPB, Ferdiansyah Maydelta mengatakan bahwa kajian yang akan mereka lakukan di Desa Bokor nantinya hanya berupa penelitian dasarnya saja yang berkaitan dengan potensi pariwisata di Desa Bokor, potensi daya tarik, partisipasi masyarakatnya, serta peluang pasar wisata. Untuk mendapatkan data yang akurat dalam penelitian tersebut, mereka juga akan menetap sekitar seminggu di desa tersebut.
“Langkah awal kita berkoordinasi dulu dengan Kades dan masyarakat tempatan. Selanjutnya melihat hal-hal unik untuk dinilai. Output kajiannya berupa strategi pengembangan pariwisata. Hasilnya diseminarkan lagi di kampus, kemudian direkomendasikan ke Pemkab Meranti,” sebut mahasiswa Jurusan Kepariwisataan itu.
Untuk tahun 2014 ini, kata Ferdi, ada empat kelompok yang diterjunkan untuk melakukan magang. Empat kelompok ini diutus ke Lombok, Cirebon, Lampung, dan Kepulauan Meranti, Provinsi Riau. Kedatangan mahasiswa STPB ke Meranti bukanlah yang pertama. Tahun 2013 lalu, STPB Bandung juga telah mengirimkan 6 orang mahasiswanya untuk melakukan kajian tentang water front di ujung Dorak yang juga merupakan lokasi Dorak Port. Bahkan hasil penelitian itu juga sudah diserahkan kepada Pemkab Meranti. Bahkan tahun lalu juga dilakukan MoU antara Pemkab Meranti dengan STPB yang ditandatangani langsung oleh Bupati Kepulauan Meranti Drs H Irwan MSi. Sejak itulah, STPB bandung terus mengutus mahasiswanya magang di daerah ini.(Rhd)
###
