BPBD dan PUPR Tinjau Kerusakan Gedung Dispersip Akibat Puting Beliung

BPBD dan PUPR Tinjau Kerusakan Gedung Dispersip Akibat Puting Beliung
BPBD dan PUPR Tinjau Kerusakan Gedung Dispersip Akibat Puting Beliung

UTUSANRIAU.CO, BENGKALIS - Bencana angin puting beliung dialami kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bengkalis mengalami terutama di lantai 3 hampir sebagian besar rusak berat. Pada hari Kamis Malam (24/11).

Kepala pelaksana (Kalaksa) BPBD kabupaten Bengkalis, Hadi Prasetyo ST diwakili Kabid Rekontruksi dan Rehabilitasi BPBD kabupaten Bengkalis, Jhon Agustian bersama Penata PB  Ahli Muda, Erzansyah dan juga Dinas PUPR bidang Cipta karya melakukan peninjauan dan inventarisasi kerusakan dan kerugian akibat puting beliung Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bengkalis. Senin.(28/11).

" Kami melihat dan menyarankan ke Dinas Perpustakaan dan Kearsipan untuk melokalisir areal yang rusak agar tidak ada bahan material yang jatuh atau pembatas dan tidak terjadi korban jiwa," kata Jhon Agustian.

Kerusakan akibat angin puting beliung tersebut terjadi di malam hari menyebabkan lantai 3 dinas perpustakaan dan kearsipan rusak berat dan tidak bisa dimanfaatkan lagi.

Erzansyah, Penata PB Ahli Muda BPBD kabupaten Bengkalis membenarkan," Kami berharap kerusakan yang ditimbulkan puting beliung ini terutama rak rak penyimpanan buku buku di lantai 3 untuk sementara jangan di gunakan dan juga ruang dari lantai 3 sampai lantai 1 yang tembus termasuk ruang baca tidak digunakan dulu menjelang ada perbaikan," ujar Erzansyah.

Tim BPBD kabupaten Bengkalis bersama Cipta karya PUPR kabupaten Bengkalis melaksanakan pemeriksaan dari lantai 3 sampai lantai 1 yang terdampak angin puting beliung tersebut.

" Untuk kerusakan dan kerugian kami serahkan ke dinas PUPR kabupaten Bengkalis untuk menghitung kerugian akibat puting beliung tersebut," tambah Erzansyah.

Sebelumnya Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bengkalis, Suharto mengatakan kondisi lantai 3 gedung perpustakaan dan kearsipan tidak di fungsikan sebelumnya merupakan ruang baca dan tempat rak buku buku.

" Setelah kejadian puting beliung yang merusakkan gedung perpustakaan dan kearsipan di lantai 3 terutama kaca kaca pecah dan plafon atap atas rusak dihantam angin puting beliung merupakan ruang baca bagi masyarakat, mahasiswa dan pelajar total tidak difungsikan atau digunakan," ujar Suharto.

Kemudian tambah Suharto untuk warga Bengkalis yang mau memanfaatkan ruang baca bisa digunakan lantai 1 gedung perpustakaan dan kearsipan dan saat ini nilai kerugian dihitung oleh Dinas PUPR bidang Cipta karya.

" Masyarakat tetap dibuka untuk membaca dan juga mahasiswa yang mau ambil referensi buku di lantai 1 dan kerugian yang kami alami atas kerusakan akibat puting beliung tersebut kami serahkan ke dinas terkait PUPR bidang Cipta karya yang turut meninjau bersama BPBD kabupaten Bengkalis," ujar Suharto.

Gedung perpustakaan dan kearsipan kabupaten Bengkalis sudah beberapa kali mengalami kerusakan akibat puting beliung.
" Beberapa tahun lalu juga gedung perpustakaan dan kearsipan mengalami kerusakan akibat angin puting beliung karena tinggi gedung perpustakaan dan kearsipan mencapai 20 meter dan bentuk atau model atap terbuka dan rawan terjangan angin yang kuat," terang Kadis Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bengkalis. **(yulistar)

Berita Lainnya

Index