UTUSANRIAU. CO, BANGUN PURBA - Lembaga Adat Napitu Huta Luhak Rambah melantik sebanyak delapan perangkat yang menduduki gelar di lembaga kerapatan adat Mandailing Napitu Huta Hal ini terlihat dalam acara Silaturahmi Halalbihalar yang di gelar Minggu (19/04/2026) di Bagas Godang Napituhuta desa Tangun Kecamatan Bangun Purba Kabupaten Rokan Hulu.
Hadir pada acara tersebut Bupati Rokan Hulu diwakili Kadis Komunikasi dan Informasi Suharman Nst,Sutan silindung,Hulu balang Sukarnada Nst,H.Samsulbahri gelar sutan Mahmud ,Sutan sinombah,Sutan na Opat Mangaraja natolu,para Ninik mamak pemangku adat,Tokoh Masyarakat,Tokoh Agama dan ratusan Masyarakat Mandailing.
Pada kesempatan tersebut sebanyak 8 Perangkat yang dilantik langsung oleh Sutan Mahmud yakni 1.Yopi Hapiyanto digelar sebagai Mangaraja Mutia Hamonangan Nasution, piri Narsongko gelar Mangaraja Sojangon ,Letkol Budi Santoso,gelar Mangaraja Namora Nst 2.Kapiten Songkur sebagai Mangaraja Ukhuan Nasakti Nst,3. Erlan Jazali, Mangaraja Parlenggang bukit,4 Jonnasti, Sutan Pardomuan,5. Damanik Azhar. Sutian Hamolian, 6.Akhiruddin Hsb Mangaraja Bosar, dan lainnya.
Yopy Hapiyanto yang diberi gelar Mangaraja Mutia Hamonangan Nasution mengatakan ini sejarah bagi kami,dari Kota Bogor pulang kampung ka desa Tangun ini dengan menpat gelar adat untuk berjuangkan memajukan desa Tangun dimana dengan kerjasamanya PT.Agrindo dengan Masyarakat adat Tangun yang di Prakarsai oleh Sutan Silindung yang juga menjabat sebagai Direktur PT. Grapindo untuk bekerjasama dengan memanfaatkan lahan Masyarakat yang cukup luas ini bisa meningkatkan perekonomian Masyarakat desa Tangun ini.
Yopi juga menambahkan ini bukan cerita masa lalu, tempat ini sudah punya Organisasi,untuk memberikan ketenangan bagi kita semua Coki sebagai Direktur PT.grapindo
Raja Adat Tangun Sutan Silindung melalui Sekretarisnya Erlan Djazai mengatakan dirinya mengucapkan terima kasih kepada seluruh perangkat yang dan Masyarakat adat Tangun yang hadir menyaksikan acara Silaturahmi sekaligus Sosialisasi antara PT.Grapino dengan Masyarakat adat Tangun juga melibatkan beberapa orang dari Kementrian pertahanan juga hadir dengan adanya rencana untuk membangun Markas Kopassus di desa Tangun akan tetap kita perjuangkan dan mudah-mudahan kerja sama ini dapat berjalan dengan lancar dan terlaksana," kita berharap Markas Kopassus yang sudah lama kita perjuangkan untuk berada di Daerah Tangun ini dapat memberikan manfaat untuk daerah tangun khususnya dan Kabupaten Rokanhulu umumnya,"Pinta Erlan.
Sementara itu Ketua Hulubalang Kerapatan adat Mandailing Napituhuta Sukarnada Nasution mengatakan dilihat gegap gempita adat peristiadat Mandailing Napituhuta ini semua sudah tidak ada pada tempatnya.Kami mengucapkan selamat datang kepada tamu baik dari Pekanbaru maupun dari Jakarta yang dimotori oleh Sutan Silindung.
Disi perlu saya sampaikan semua tatanan adat ini sudah tidak pada tempatnya dan pada kesempatan ini kami dari Batangsamo atas nama Sutan Naga menghimbau kepada lapisan Masyarakat khususnya harapan kami kedepan tidak ada lagi Suta-Sutan yang muncul ditengah-tengah benua Tangun ini dimana selama ini kami dengar adanya Sutan dari sana dari sini,.
Hormat kami kepada Sutan Silindung,supaya jelas laporan Sutan Silindung ini dari Batang Samo gelar Ompungnya adalah si Solut adiknya bernama Mangaraja gompar untuk itulah beliau ini berada di Mangaraja Tangun ini.
Sukar juga mengatakan pada kesempatan ini kami dari Batang Samo yang. bernama si Solut itulah dari Batang Samo memberikan Informasi kepada Benua Tangun ini kiranya dapat mengerti kedepan bagaimana tatanan adat yang sebenarnya.
Disini perlu jga kita sampaikan perpanjangan adat Benua Rambah yaitu bapak Samsul Bahri yang diberi gelar Sutan Mahmud yang ditabalkan pada tahun 2009 di LAMR Rohul dan ini sudah sah menurut sepanjang adad,ini perlu saya sampaikan supaya tidak ada permasalahan yang timbul kedepannya lagi.**(Yus)
