Program Bedah Rumah Sentuhan Presiden, 67 Unit di Rohil Jadi Harapan Baru Dirohil

Program Bedah Rumah Sentuhan Presiden, 67 Unit di Rohil Jadi Harapan Baru Dirohil
Program Bedah Rumah Sentuhan Presiden, 67 Unit di Rohil Jadi Harapan Baru Dirohil

BAGANSIAPIAPI - Wakil Bupati Rokan Hilir (Rohil), Jhony Charles, BBA, MBA, menyampaikan ucapan terima kasih kepada Presiden atas program nasional pembangunan 3 juta rumah. Menurutnya, masyarakat Rohil kini mulai merasakan manfaat dari program tersebut.

Dari target besar yang dicanangkan pemerintah pusat, Rohil mendapatkan alokasi sebanyak 67 unit rumah yang direhabilitasi. Angka ini menjadi awal yang menggembirakan bagi warga yang selama ini tinggal di hunian tidak layak," Kata Wabup Jhony Charles pada Senin (10/8) usai meletakkan batu pertama pembangunan bedah rumah di Kepenghuluan Serusa.

Jhony Charles menuturkan, melalui dukungan DPR RI, khususnya Kakak Fadoli dari Fraksi Partai Nasdem, Rohil sempat diarahkan untuk memperoleh 500 unit. Namun, realisasi di lapangan baru mencapai 67 unit.

"Alhamdulillah masyarakat kita yang rumahnya tidak layak dihuni mendapatkan bantuan rehab," ujar Jhony, menekankan pentingnya program ini bagi kesejahteraan warga.

Ia menambahkan, ucapan terima kasih juga ditujukan kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang turun langsung menilai kelayakan rumah sebelum dilakukan perbaikan.

Bantuan rehab rumah tersebut tersebar di enam kecamatan di Rohil. Jhony berharap ke depan program ini bisa menjangkau seluruh 18 kecamatan di Negeri Seribu Kubah.

"Kalau dikatakan kurang, yang jelas kurang lah, apalagi Rohil ini terbentang luas dan penduduknya sangat banyak. Namun, kita berusaha jemput bola ke pusat untuk masyarakat," Ungkapnya.

Jhony menegaskan, pemerintah daerah akan mengawal setiap bantuan dari pusat, tanpa memandang asal partai politik. Semua dukungan dianggap penting demi kesejahteraan masyarakat.Salah satu penerima bantuan adalah Abdul Ghani, warga yang tinggal bersama istri, anak, dan cucu dalam rumah berukuran 4x5 meter.

Kondisi rumah tersebut sangat memprihatinkan. Kasur tempat tidur yang rapuh bahkan berpotensi dimasuki ular. Selain itu, rumah tersebut juga menjadi tempat berkumpul, memasak, dan makan, sehingga tidak memenuhi standar kesehatan.

Lantai rumah Abdul Ghani masih berupa tanah, tanpa semen, sehingga semakin menegaskan ketidaklayakan hunian tersebut bagi lima orang penghuni.

Pihak Kementerian PUPR, melalui Dian, menjelaskan bahwa penilaian rumah bedah dilakukan berdasarkan tiga aspek: keselamatan, kesehatan, dan kecukupan ruang. Rumah Abdul Ghani dinilai layak untuk direhabilitasi.

"Cukupan ruangnya sudah tidak cukup lagi dan sudah layak untuk dibantu,” kata Dian, menegaskan urgensi program ini.Ia menambahkan, setiap unit bedah rumah dialokasikan dana sebesar Rp20 juta. Dana tersebut digunakan untuk memperbaiki aspek-aspek mendasar agar rumah layak huni.

Terpisah, Kabid Perumahan Disperkim Rohil, Kudri, menyebutkan bahwa tahun ini Rohil mendapatkan total 203 unit bantuan bedah rumah. Rinciannya, 67 unit dari aspirasi, 71 unit dari Pemkab, 4 unit dari Kemendikbud, dan 5 unit dari Dinas Sosial.

"Jadi yang sudah masuk dalam pekerjaan itu yakni 67 unit yang berasal dari dana aspirasi,” pungkas Kudri,  (zal)

Berita Lainnya

Index