PEKANBARU — Upaya meningkatkan kompetensi lulusan melalui pengalaman akademik berstandar internasional terus dilakukan Program Studi S1 Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan, Institut Kesehatan dan Teknologi Al Insyirah (IKTA).
Salah satunya melalui kegiatan kolaborasi luaran publikasi hasil tugas akhir dan magang bersama Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Thailand dan Sekolah Indonesia Bangkok (SIB) melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Thailand.
Kegiatan yang berlangsung di Sekolah Indonesia Bangkok, Thailand, tersebut dilaksanakan selama empat hari, mulai 16 hingga 19 Juli 2026. Program ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk tidak hanya menyelesaikan tugas akhir secara akademik, tetapi juga mengimplementasikan hasil karya mereka secara langsung melalui kegiatan edukasi dan pengabdian kepada masyarakat.
Sebanyak 16 mahasiswa dan 7 dosen mengikuti kegiatan tersebut. Rombongan dipimpin langsung oleh Wakil Rektor I IKTA, Assoc. Prof. Dr. Riski Novera Yenita, SKM., MKL.
Luaran Tugas Akhir Tak Berhenti di Kampus
Kegiatan ini dirancang untuk memastikan bahwa tugas akhir mahasiswa tidak hanya menjadi dokumen akademik, tetapi mampu menghasilkan luaran yang dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Melalui proses tersebut, mahasiswa dilatih mengembangkan berbagai keterampilan, mulai dari kemampuan teknis, konseptual, komunikasi hingga pemecahan masalah kesehatan masyarakat.
Mahasiswa juga dituntut memahami dan menguasai bidang keilmuan yang dipelajari selama perkuliahan, kemudian menerapkannya dalam situasi nyata.
Program Studi S1 Kesehatan Masyarakat IKTA memandang pengalaman internasional sebagai bagian penting dalam membentuk lulusan yang memiliki wawasan lebih luas.
Karena itu, hasil tugas akhir mahasiswa diarahkan untuk dapat dikembangkan menjadi luaran yang memiliki nilai akademik sekaligus memberikan kontribusi bagi masyarakat, termasuk melalui kegiatan community outreach di lingkungan Sekolah Indonesia Bangkok.
Belajar dari Lingkungan dan Masalah Kesehatan yang Beragam
Dalam pelaksanaannya, hasil tugas akhir mahasiswa dipaparkan sekaligus diimplementasikan dalam bentuk edukasi dan kegiatan pengabdian di Sekolah Indonesia Bangkok.
Mahasiswa didampingi dosen pembimbing dari Program Studi S1 Kesehatan Masyarakat serta mendapatkan dukungan dari PPI Thailand dan KBRI.
Kegiatan lapangan tersebut menjadi pengalaman pembelajaran yang berbeda dibandingkan proses pembelajaran di dalam kelas. Mahasiswa berhadapan langsung dengan lingkungan masyarakat dan berbagai persoalan kesehatan yang memiliki karakteristik lebih kompleks.
Dari pengalaman tersebut, mahasiswa dituntut mampu mengaplikasikan ilmu yang telah diperoleh selama perkuliahan untuk mengidentifikasi masalah, menentukan prioritas, menyusun intervensi, hingga mengevaluasi hasilnya.
Pendekatan problem solving cycle menjadi salah satu proses yang diterapkan agar mahasiswa terbiasa menghadapi persoalan kesehatan masyarakat secara sistematis.
Perkuat Kolaborasi Akademik Indonesia di Thailand
Kolaborasi bersama PPI Thailand, Sekolah Indonesia Bangkok dan KBRI juga menjadi bagian dari upaya memperluas jejaring akademik dan pengalaman internasional mahasiswa IKTA.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan dapat bertukar pengetahuan dan pengalaman dengan berbagai pihak, sekaligus memperkaya perspektif dalam bidang kesehatan masyarakat.
Kolaborasi tersebut juga diharapkan mampu menghasilkan luaran akademik dan kegiatan community outreach yang berkualitas serta memberikan manfaat bagi masyarakat Indonesia di Thailand.
Bagi mahasiswa, pengalaman ini bukan sekadar perjalanan akademik ke luar negeri. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi kesempatan untuk menguji kemampuan, menerapkan ilmu secara langsung, membangun jejaring internasional dan memahami bahwa persoalan kesehatan masyarakat membutuhkan kemampuan beradaptasi dengan berbagai kondisi sosial dan lingkungan.
Dengan demikian, luaran tugas akhir tidak berhenti sebagai persyaratan kelulusan, tetapi berkembang menjadi karya yang dapat diimplementasikan dan memberikan manfaat nyata.
Program Studi S1 Kesehatan Masyarakat IKTA berharap pengalaman kolaborasi internasional ini dapat menjadi bagian dari penguatan kompetensi lulusan, sekaligus membuka lebih banyak peluang kerja sama akademik dan pengabdian masyarakat di tingkat internasional pada masa mendatang.