Perkuat Sinergi dan Ketahanan Pangan, Kodim 0321 Rohil Tinjau Kebun Melon Dan Sayuran Lainnya Bersama WBP Lapas Bagansiapiapi

Perkuat Sinergi dan Ketahanan Pangan, Kodim 0321 Rohil Tinjau Kebun Melon Dan Sayuran Lainnya Bersama WBP Lapas Bagansiapiapi
Perkuat Sinergi dan Ketahanan Pangan, Kodim 0321 Rohil Tinjau Kebun Melon Dan Sayuran Lainnya Bersama WBP Lapas Bagansiapiapi

​BAGANSIAPIAPI - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bagansiapiapi terus memperkuat sinergitas antar Aparat Penegak Hukum (APH) sekaligus menunjukkan keberhasilan program pembinaan kemandirian Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).

Hari ini, Lapas Bagansiapiapi menerima kunjungan jajaran TNI Kodim 0321/Rohil dalam rangka memperkuat sinergi pengamanan wilayah.

​Menyambut kedatangan personel TNI tersebut, Kalapas Bagansiapiapi, Agus Imam Taufik, A.Md.IP SH., MSi., memboyong langsung para tamu untuk meninjau aktivitas pembinaan di area perkebunan Seksi Kegiatan Kerja (Giatja).

Kunjungan ini bertepatan dengan momentum panen raya sawi yang dilaksanakan oleh jajaran Giatja di bawah pimpinan Kasi Giatja Mismin Handoko, S.H., Kasubsi Bimker Rocky Iswad Damanik, peserta magang, dan para WBP.

​Selain menyaksikan panen sawi, Kalapas bersama jajaran TNI Kodim 0321/Rohil juga menyempatkan diri untuk melihat langsung perkembangan budidaya tanaman buah melon yang tengah tumbuh subur di area perkebunan Lapas.

Tak hanya meninjau, usai pelaksanaan panen sawi pagi tersebut, Kalapas Agus Imam Taufik bersama anggota TNI dan warga binaan turun langsung ke lahan untuk menanam kembali benih sawi secara bersama-sama.

​Dalam kesempatannya, Kalapas Bagansiapiapi Agus Imam Taufik menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata integrasi pembinaan dan sinergitas antarinstansi.

​"Kegiatan pertanian ini merupakan bentuk pembinaan kemandirian yang nyata bagi para WBP agar mereka memiliki bekal keterampilan yang bermanfaat setelah bebas kelak. Langkah ini juga menjadi wujud dukungan aktif Lapas Bagansiapiapi terhadap program ketahanan pangan nasional yang selaras dengan Asta Cita Presiden," tegas Agus Imam Taufik.

​Kalapas juga menambahkan bahwa program ini sejalan dengan arahan kebijakan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. Melalui Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen Pas), Menteri Imipas terus menekankan pentingnya optimalisasi pembinaan WBP melalui sektor pertanian produktif.

​Di sela-sela kegiatan, salah seorang warga binaan yang terlibat dalam pengelolaan perkebunan turut menyampaikan kesannya atas program pembinaan pertanian tersebut.

"Kami sangat bersyukur dan senang bisa diberikan wadah serta ilmu bercocok tanam selama di dalam Lapas. Mulai dari mengolah tanah, merawat tanaman seperti sawi dan melon, sampai bisa panen dan dijual. Kegiatan ini membuat hari-hari kami lebih produktif dan menjadi bekal keterampilan yang sangat berharga untuk kami gunakan saat bebas nanti," ungkap salah seorang WBP.

​Selain sawi dan melon, perkebunan Lapas Bagansiapiapi juga dibudidayakan dengan berbagai komoditas sayuran lain seperti kacang panjang hingga kangkung. Hasil panen berkualitas tinggi dari tangan warga binaan ini tidak hanya memenuhi kebutuhan internal, tetapi juga laris dijual ke luar pasar lokal.

Momen penanaman benih bersama TNI ini pun semakin memperkuat kolaborasi APH dalam mendukung keamanan sekaligus keberlanjutan program pembinaan WBP. (zal)

Berita Lainnya

Index