UJUNG TANJUNG - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bagansiapiapi di bawah kepemimpinan Kalapas Agus Imam Taufik, A.Md.IP., S.H., M.Si kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung program pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).
Hari ini, jajaran petugas bersama warga binaan melaksanakan kegiatan panen raya sayuran jenis sawi di area perkebunan Lapas.
Kegiatan panen tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Seksi Kegiatan Kerja (Kasi Giatja), Mismin Handoko, S.H., didampingi Kepala Subseksi Bimbingan Kerja, Rocky Iswad Damanik, serta melibatkan aktif para peserta magang dan warga binaan.
Kasi Giatja Mismin Handoko menyampaikan bahwa program pertanian ini merupakan sarana edukasi sekaligus implementasi arahan pimpinan kementerian.
"Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk pembinaan kemandirian yang nyata bagi para WBP. Selain memberikan keterampilan bercocok tanam yang bermanfaat saat mereka bebas nanti, program ini juga menjadi upaya aktif Lapas Bagansiapiapi dalam mendukung ketahanan pangan nasional yang selaras dengan Asta Cita Presiden," ujar Mismin Handoko.
Ia juga menegaskan bahwa langkah ini sejalan dengan kebijakan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. Melalui Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen Pas), Menteri Imipas secara konsisten menekankan pentingnya pembinaan aktif bagi warga binaan melalui kegiatan bercocok tanam dan sektor pertanian produktif.
Tidak hanya sawi, area perkebunan Lapas Bagansiapiapi juga dibudidayakan secara produktif dengan berbagai jenis tanaman sayuran dan buah-buahan lainnya, seperti melon, kacang panjang, kangkung, serta ragam komoditas hortikultura lainnya.
Menariknya, hasil panen berkualitas yang diproduksi oleh para warga binaan ini tidak hanya dimanfaatkan untuk kebutuhan internal, tetapi juga dijual ke pasar luar.
Langkah ini menjadi bukti bahwa program asimilasi dan edukasi pertanian di dalam Lapas mampu menghasilkan produk bernilai ekonomis tinggi, sekaligus mencetak sumber daya manusia yang terampil, mandiri, dan siap berkontribusi positif di tengah masyarakat. (zal)