UTUSAN RIAU.CO, PELALAWAN – SMA Negeri 2 Pangkalan Kerinci terus mendorong pemanfaatan teknologi dalam meningkatkan mutu pelayanan dan pendidikan. Kepala SMAN 2 Pangkalan Kerinci, Misnarti, S.Pd., M.M., Rabu (23/9/2026), mengatakan pihak sekolah telah menerapkan sejumlah aplikasi teknologi sederhana yang merupakan hasil inovasi guru-guru di lingkungan sekolah.
Menurut Misnarti, pemanfaatan aplikasi tersebut diarahkan untuk mempermudah pelayanan sekaligus mendukung proses pendidikan yang lebih efektif. Teknologi tidak hanya dipandang sebagai perangkat pendukung, tetapi menjadi bagian dari langkah sekolah dalam meningkatkan kualitas pelayanan, pengelolaan kegiatan belajar mengajar serta pemantauan perkembangan siswa.
“Teknologi hadir untuk memajukan mutu pendidikan,” ujarnya.
Sejumlah aplikasi yang telah diterapkan antara lain Absisku, yang digunakan untuk memantau kehadiran siswa; ADGU (Administrasi Guru) untuk membantu memantau proses kegiatan belajar mengajar di sekolah; serta aplikasi 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7KAIH) yang digunakan untuk memantau aktivitas siswa secara berkala sekaligus mengarahkan mereka membangun kebiasaan positif dalam kehidupan sehari-hari.
Penerapan teknologi tersebut diharapkan memberikan manfaat langsung bagi warga sekolah, terutama dalam meningkatkan kualitas pelayanan, keterbukaan informasi dan komunikasi antara sekolah, guru, siswa serta orang tua. Dengan sistem yang semakin terintegrasi, sekolah juga dapat melakukan pemantauan secara lebih efektif dan mengambil langkah yang diperlukan berdasarkan informasi yang tersedia.
Misnarti menambahkan, saat ini penggunaan aplikasi terus ditingkatkan dan dikembangkan agar semakin sesuai dengan kebutuhan sekolah. Bahkan, inovasi aplikasi yang dikembangkan guru-guru SMAN 2 Pangkalan Kerinci tersebut dipersiapkan untuk mengikuti perlombaan tingkat nasional.
Keikutsertaan itu diharapkan menjadi ruang untuk memperkenalkan inovasi sekaligus mendapatkan masukan bagi pengembangan aplikasi ke depan.
“Ini langkah positif. Aplikasi sekolah jangan hanya menjadi inovasi untuk perlombaan, tetapi harus benar-benar mempermudah pelayanan dan mendukung peningkatan mutu pendidikan,” tegasnya.
Menurutnya, keberhasilan sebuah inovasi bukan hanya diukur dari penghargaan yang diperoleh, tetapi dari seberapa besar manfaatnya dirasakan oleh siswa, guru, orang tua dan seluruh warga sekolah.
Sementara itu, Komite Sekolah SMAN 2 Pangkalan Kerinci, Junaidi, S.T., melalui perwakilannya Edward Pangaribuan, M.Si., menyambut positif keikutsertaan sekolah dalam perlombaan aplikasi tingkat nasional.
Menurutnya, momentum tersebut menjadi kesempatan bagi SMAN 2 Pangkalan Kerinci untuk menunjukkan kemampuan guru dalam berinovasi di era digital. “Juara itu bonus, tetapi manfaat dan keberlanjutan aplikasi adalah tujuan utama. Kita ingin teknologi menjadi jembatan yang semakin mendekatkan sekolah dengan orang tua serta memberikan pelayanan pendidikan yang cepat, transparan, dan berkualitas,” ungkapnya.****rls / Ep