UTUSANRIAU.CO, SELATPANJANG - Kepala Bagian Organisasi dan Tata Laksana (Kabag Ortal) Setdakab Kepulauan Meranti, Bapak H. Edi M. Nur, S.H., M.Si., menekankan pentingnya digitalisasi birokrasi dan penguatan integritas generasi muda dalam menyambut Hari Santri Nasional.
Hal tersebut disampaikannya saat menerima kunjungan wawancara eksklusif (Pokes) dari Muhammad Lutfie Sangkara, siswa kelas IX Insan Cendekia Boarding School (ICBS), langsung di Gedung Kantor Bupati Kabupaten Kepulauan Meranti, Senin (19/10/2026).
Dalam dialog interaktif tersebut, H. Edi M. Nur memberikan analogi sederhana mengenai tugas Bagian Ortal yang sering dianggap rumit oleh masyarakat awam.
Beliau mengibaratkan roda pemerintahan layaknya sebuah institusi sekolah, di mana Ortal berperan sebagai penyusun kurikulum, tata tertib, hingga Standar Operasional Prosedur (SOP) kerja agar tidak terjadi tumpang tindih fungsi antar-dinas.
Memasuki era modern tahun 2026, Ortal terus mendorong penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE).
Langkah transformasi ini diambil untuk memangkas alur pelayanan birokrasi yang manual dan berbelit-belit menjadi sistem digital yang transparan serta cepat demi meningkatkan kepuasan masyarakat di Kepulauan Meranti.
Selain digitalisasi pelayanan publik, penegakan disiplin ASN juga menjadi fokus utama Ortal saat ini guna menindaklanjuti arahan tegas dari Sekretaris Daerah (Sekda).
Kinerja pegawai di lingkungan Kantor Bupati kini dipantau ketat melalui platform digital seperti E-Kinerja dan MyASN berdasarkan target output kerja harian yang nyata dan terukur.
Menjelang Hari Santri Nasional yang jatuh pada tanggal 22 Oktober mendatang, Kabag Ortal memberikan pesan dan saran khusus kepada para santri ICBS. Beliau menilai modal kedisiplinan yang ditempa di dalam pondok pesantren dari subuh hingga malam merupakan bentuk tata laksana diri yang luar biasa, namun harus tetap dipadukan dengan kemampuan manajemen organisasi serta penguasaan teknologi.
"Sistem birokrasi terbaik tidak akan berjalan tanpa adanya integritas dari manusianya. Santri harus siap menjadi pemimpin masa depan yang jujur, akuntabel, dan profesional untuk membangun daerah," pungkas H. Edi M. Nur di akhir sesi wawancara. ***Ril