Andre Zaky: Masyarakat Kembalilah ke Media Massa, Jangan Terjebak Disinformasi Kreator Pemburu Algoritma

Andre Zaky: Masyarakat Kembalilah ke Media Massa, Jangan Terjebak Disinformasi Kreator Pemburu Algoritma
Andre Zaky: Masyarakat Kembalilah ke Media Massa, Jangan Terjebak Disinformasi Kreator Pemburu Algoritma

KANBARU – Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pekanbaru, Andre Zaky, mengajak masyarakat Kota Pekanbaru maupun Riau untuk kembali menjadikan media massa profesional sebagai rujukan utama dalam memperoleh informasi yang akurat, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Ajakan tersebut, menimbang derasnya arus informasi digital di media sosial (Medsos) yang belum terverifikasi demi mengejar popularitas, sensasi, dan perburuan algoritma untuk meraih perhatian publik serta mencari keuntungan pribadi.

Memang kata Andre Zaky, kecanggihan  teknologi digital membuka ruang luas bagi siapa saja untuk memproduksi dan menyebarkan informasi. Namun, bukan berarti kebebasan tersebut bisa dijadikan sumber terpercaya untuk mendapatkan kebenaran.

Buktinya, dari berbagai informasi yang beredar luas disajikan konten kreator medsos lebih banyak ditemukan membentuk opini, bahkan berpotensi memicu kesalahpahaman di tengah masyarakat.

“Maka itu, kita mengajak masyarakat di mana pun berada, mari kita kembali kepada media massa profesional. Jadikan sebagai rujukan utama dan jangan mudah terpengaruh oleh informasi yang tujuannya untuk mencari keuntungan pribadi tanpa memedulikan informasi,” pesannya.

Popularitas sebuah konten di medsos tidak dapat dijadikan ukuran kebenaran. Kebanyakan konten tidak serta-merta membuktikan bahwa informasi tersebut akurat.

Karena, konten di medsos mengedepankan sensasional untuk menarik respons publik. Sehingga kondisi ini dapat membuat masyarakat terjebak dalam arus disinformasi, kabar bohong, serta narasi yang dipelintir untuk kepentingan tertentu.

“Jangan sampai kita lebih percaya pada informasi yang sekadar ramai dibicarakan daripada berita yang telah melalui proses verifikasi. Viral belum tentu benar, dan informasi yang ramai belum tentu mencerminkan fakta,” tegasnya.

Andre menegaskan mengapa masyarakat harus kembali dan percaya kepada media massa profesional, karena media massa profesional memiliki tanggung jawab yang berbeda dari akun medaos pribadi.

Media massa profesional, dijalankan dan dikelola oleh orang-orang profesional sesuai tugas jurnalistik.  Bekerja berdasarkan kaidah jurnalistik, mengedepankan verifikasi, keberimbangan, akurasi, serta tanggung jawab kepada publik.

Prinsip-prinsip tersebut menjadi penting agar masyarakat memperoleh informasi yang tidak hanya cepat, tetapi juga benar dan memiliki konteks yang jelas,” ujarnya.

Andre mengingatkan, jika masyarakat perlu memahami bahwa tidak semua konten yang beredar di medsos merupakan produk jurnalistik. Namun, karya konten kreator dalam digital yang tetap perlu diuji kebenarannya. Apa lagi jika menyangkut persoalan masyarakat, sosial, pemerintah, hukum, dan kepentingan masyarakat luas lainnya.

Karena itu, untuk kebenarannya masyarakat harus membiasakan diri memeriksa sumber informasi dengan membaca berita secara utuh yang disajikan media massa tepercaya.

“Masyarakat bisa membandingkan informasi media massa terpercaya dengan medsos. Sehingga masyarakat tidak terjebak dengan informasi tidak benar apa lagi sampai ikut menyebarkan informasi tidak benar yang bisa merugikan orang lain,” ujarnya.

Memang tambah Andre Zaky, media massa dan medsos tidak harus dipertentangkan. Keduanya dapat berjalan beriringan selama informasi disampaikan secara bertanggung jawab. Namun, untuk secara profesional ruang terpercaya itu ada pada media masa profesional atau media masin stream.

Andre juga mengapresiasi pada rekan-rekan pers yang terus menjaga kepercayaan masyarakat melalui pemberitaan yang akurat, berimbang dan berintegritas. Karena, profesional pers hal yang tidak bisa dibandingkan dengan kreator.

“Yang pasti, rekan-rekan pers terus membuktikan produk jurnalistik mengedepankan fakta dan bukan mengejar sensasi yang bisa menjadi  informasi yang menyesatkan,” katanya.

Disisi lain, Andre juga berharap pemerintah memberikan perhatian terhadap persoalan kualitas informasi di era digital saat ini. Terutama penanganan penyebaran informasi hoax dan disinformasi dei menghormati hak asasi manusia serta kebebasan pers.

Memang kebebasan berekspresi merupakan bagian penting dari kehidupan demokrasi. Namun, bukan berarti kebebasan tersebut sesuai kemauan ,tetap wajib mengedepankan tanggung jawab dan mengedepankan kebenaran.

“Memang kita hidup di negara demokrasi yang menjunjung tinggi kebebasan berpendapat. Namun, bukan berarti kita boleh menyebarkan tuduhan tanpa dasar atau informasi yang belum terverifikasi.

Ada tanggung jawab moral untuk menghormati hak orang lain dan memastikan informasi yang di sebarkan tidak menyesatkan masyarakat,” tuturnya.** takim

Berita Lainnya

Index