ROKAN HILIR - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bagansiapiapi kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga ketertiban dan kelancaran operasional, bahkan di hari libur.
Pada Minggu (25/10) Kalapas, Agus Imam Taufik, memberikan pengarahan khusus kepada Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang bertugas sebagai Tahanan Pendamping (Tamping).
Kegiatan yang berlangsung di area internal Lapas ini turut didampingi Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas (Ka. KPLP), Yocky Prima Nugraha. Kehadiran Ka. KPLP menegaskan pentingnya pengawasan melekat terhadap seluruh aktivitas tamping agar tetap sesuai dengan prosedur operasional standar (SOP).
Dalam arahannya, Kalapas Agus Imam Taufik menekankan bahwa status tamping bukan sekadar tugas tambahan, melainkan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab, kejujuran, dan kedisiplinan tinggi.
"Menjadi tamping adalah bentuk kepercayaan dari dinas. Oleh karena itu, laksanakan tugas sesuai aturan yang berlaku, bantu kinerja petugas dengan baik, dan jangan sekali-kali menyalahgunakan kewenangan atau kepercayaan yang telah diberikan," tegas Agus Imam Taufik di hadapan para WBP.
Arahan tersebut menjadi pengingat bahwa tamping memiliki peran strategis sebagai perpanjangan tangan petugas dalam menjaga kelancaran operasional harian Lapas. Integritas dan kedisiplinan menjadi kunci utama agar kepercayaan yang diberikan tidak ternodai.
Sementara itu, Ka. KPLP Yocky Prima Nugraha menambahkan bahwa pengawasan terhadap tamping akan terus dilakukan secara ketat. Hal ini untuk memastikan bahwa setiap aktivitas berjalan sesuai SOP demi menjaga keamanan dan ketertiban (kamtib) di lingkungan Lapas.
Keberadaan tamping diharapkan mampu menjadi teladan positif bagi warga binaan lainnya. Dengan disiplin dan tanggung jawab yang tinggi, tamping dapat menunjukkan bahwa pembinaan di Lapas tidak hanya berorientasi pada hukuman, tetapi juga pada pembentukan karakter.
Penguatan yang dilakukan Kalapas dan Ka. KPLP ini juga menjadi bagian dari strategi pembinaan yang lebih humanis. Tamping diarahkan untuk memahami batasan wewenang, sekaligus menumbuhkan kesadaran diri agar tidak terjebak dalam penyalahgunaan kepercayaan.
Melalui kegiatan ini, Lapas Bagansiapiapi ingin menegaskan bahwa kedisiplinan bukan hanya tanggung jawab petugas, tetapi juga warga binaan yang diberi amanah. Sinergi antara petugas dan tamping diharapkan mampu menciptakan suasana kondusif di dalam Lapas.
Dengan adanya pengarahan ini, Kalapas Bagansiapiapi berharap seluruh tamping dapat menjalankan tugas dengan penuh integritas, menjaga kondusifitas, serta menjadi contoh nyata keberhasilan pembinaan. Langkah ini sekaligus memperkuat komitmen Lapas dalam mencetak warga binaan yang lebih baik saat kembali ke masyarakat. (zal)

