ROKAN HILIR – Mahasiswa Program Studi Magister Perencanaan Wilayah dan Perdesaan (PWD), Pascasarjana Universitas Riau, melaksanakan kegiatan praktikum lapangan di Kepenghuluan Sungai Nyamuk dan Kepenghuluan Raja Berjamu, Kecamatan Sinaboi, Kabupaten Rokan Hilir, Jumat (6/11/2026).
Kegiatan ini difokuskan pada analisis potensi desa serta pengembangan potensi sumber daya alam (SDA) dan wilayah pesisir. Praktikum bertujuan memberikan pengalaman empiris kepada mahasiswa dalam mengidentifikasi karakteristik wilayah, menggali potensi sumber daya lokal, serta memahami berbagai peluang dan tantangan pembangunan desa pesisir.
Pelaksanaan kegiatan disambut langsung oleh Sekretaris Camat Sinaboi yang sekaligus menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Penghulu Raja Berjamu, Bapak Bahtiar, serta Penghulu Sungai Nyamuk, Bapak Daryamin. Kehadiran unsur pemerintah kecamatan dan kepenghuluan tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung proses pembelajaran dan penggalian informasi mengenai kondisi serta potensi wilayah setempat.
Praktikum lapangan ini didampingi oleh empat dosen Program Studi Magister Perencanaan Wilayah dan Perdesaan Pascasarjana Universitas Riau, yaitu Dr. Zulkarnaini, M.Si., selaku Ketua Program Studi S2 PWD; Dr. Ali Asfar, M.Si.; Dr. Wan Muhammad Yunus, MT.; dan Dr. Indra Suandy, MT.
Dalam kegiatan ini, mahasiswa diarahkan untuk melakukan pengamatan langsung terhadap kondisi wilayah dan karakteristik sosial ekonomi masyarakat, mengidentifikasi potensi sumber daya alam, serta mengkaji peluang pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal. Kawasan pesisir Sinaboi memiliki karakteristik wilayah yang menarik untuk dikaji, terutama berkaitan dengan pemanfaatan sumber daya pesisir, aktivitas ekonomi masyarakat, dan keterkaitan antara potensi sumber daya alam dengan pembangunan perdesaan.
Analisis potensi desa menjadi salah satu aspek penting dalam praktikum ini. Mahasiswa didorong untuk memahami bagaimana potensi lokal dapat diidentifikasi, dipetakan, dan dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi wilayah. Selain itu, pengembangan wilayah pesisir juga dikaji dengan memperhatikan aspek keberlanjutan lingkungan, kesejahteraan masyarakat, serta keterpaduan perencanaan pembangunan desa dan kawasan sekitarnya.
Ketua Program Studi S2 Perencanaan Wilayah dan Perdesaan, Dr. Zulkarnaini, M.Si., menjelaskan bahwa praktikum lapangan merupakan bagian penting dari proses pembelajaran mahasiswa magister. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh pemahaman konseptual di ruang perkuliahan, tetapi juga mendapatkan kesempatan untuk mengaplikasikan pendekatan dan instrumen analisis perencanaan wilayah secara langsung di tengah masyarakat.
Menurutnya, pengembangan desa pesisir membutuhkan pemahaman yang komprehensif terhadap karakteristik wilayah, potensi sumber daya alam, kondisi sosial ekonomi masyarakat, serta berbagai tantangan pembangunan yang dihadapi. Oleh karena itu, kemampuan mengidentifikasi dan menganalisis potensi lokal menjadi bekal penting bagi mahasiswa dalam merumuskan arah dan strategi pembangunan wilayah yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Kegiatan praktikum di Kepenghuluan Sungai Nyamuk dan Raja Berjamu ini juga diharapkan dapat memberikan kontribusi pemikiran akademik bagi pemerintah setempat dalam melihat peluang pengembangan potensi desa dan kawasan pesisir. Hasil pengamatan dan analisis mahasiswa diharapkan dapat menjadi bahan pembelajaran sekaligus masukan dalam mendorong perencanaan pembangunan desa yang lebih terarah, partisipatif, dan berkelanjutan.
Melalui kegiatan praktikum lapangan ini, Program Studi Magister Perencanaan Wilayah dan Perdesaan Pascasarjana Universitas Riau terus memperkuat pembelajaran berbasis pengalaman lapangan sekaligus membangun sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, pemerintah kecamatan, dan pemerintah kepenghuluan.
Kegiatan ini merupakan wujud komitmen Pascasarjana Universitas Riau dalam menghasilkan sumber daya manusia yang memiliki kemampuan analisis, pemahaman kebijakan, dan kompetensi perencanaan pembangunan wilayah dan perdesaan, khususnya dalam mendukung pengembangan kawasan pesisir yang berkelanjutan.**rilis
