MELAKA - Sebanyak 20 grup gasing yang masuk empat kelompok permainan dari tiga negara, yakni Indonesia, Singapura dan Malasyai mulai bertanding dalam Pertandingan Gasing Antar Bangsa Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI) di Gelanggang Gasing Kampung Pengkalan Renggam Kandang Melaka, yang akan berlangsung selama tiga hari, Jumat-Ahad (3-5/7/2026).
Ketua Kampung Pengkalan Renggam Kandang Melaka, Malaysia, Zulkahar Tajol bin Hj Ismail, menyebutkan, Pertandingan Gasing Antarabangsa DMDI sudah masuk kali kedua digelar di Gelanggang Gasing Kampung Pengkalan Renggam Kandang Melaka, setelah sebulan lalu digekar di Pulau Penyengat, Provinsi Kepulauan Riau, Indonesia.
"Ini untuk kali kedua kita menggelar pertandingan gasing antarbanga. Kita sebagai penyelenggara sangat bangga dengan kehadiran peserta dari negara jiran, yakni Indonesia dan Singapura dengan jumlah grup yang akan bermain sebanyak 20 grup yang akan dibagi dalam 4 kelompok yakni grup A,B,C dan D. Dengan masing-masing kelompok sebanyak 5 grup gasing," ujar Tajul, Jumat (3/7/2026).
Ia mengatakan, untuk hari pertama pertandingan seluruh grup akan berlaga untuk merebut poin dan nantinya akan menentukan grup maju ke babak berikutnya dan pelaksanaan final sampai penutupan akan berlangsung pada Ahad (5/7/2026).
Tajol mengatakan, dari 20 grup yang akan berlaga dibagian dalam empat kelompok. Dimana kelompok A terdiri dari grup Melaka, Johor, Putra Jaya, Negeri Sembilan dan Indonesia. Kelompok B terdiri dari grup Selangor, Singapura, DMDI (B), Pegama dan Selangor.
Sedangkan di kelompok C terdiri dari grup Perak, Kuala Lumpur, Selangor, Terengganu B dan Batam Kepri. Kelompok D terdiri dari grup Perlis, DMDI A, Asean, Kelantan dan Negeri Sembilan (Kepis).
Tajol menyebutkan, permainan gasing ini merupakan tradisi masyarakat Melayu yang harus terus dilestarikan. Karena gasing memiliki falsafah yang cukup tinggi dalam mempersatukan bangsa Melayu.
"Saat ini saja melalui kegiatan gasing, semua negara mulai berkumpul. Selain mengasah kemampuan bermain gasing juga menjamin silaturahmi sesama masyarakat Melayu daru berbagai daerah," ujarnya.
Makanya kata Tajol, melalui pertandingan gasing Antarabangsa DMDI akan terus disatukan. Meski saat ini cara bermain gasing banyak yang menggunakan teknik tradisional, maka secara perlahan permainan gasing ini akan disetarakan dan memiliki standarisasi permainan yang baku.
"Mulai dari gasing, penghitungan poin dan gelanggang yang sudah dirancang aman terus disosialisasikan kepada peserta yang terbang dalam DMDI internasional, yang saat ini memiliki anggota sebanyak 24 negara," jelasnya.
Sementara itu, Ketua Rombongan Gasing asal DMDI Riau, dari Persatuan Gasing Riau H Arifin juga memberikan apresiasi atas terselenggaranya pertandingan gasing Antarabangsa DMDI 2026. Pihaknya akan menaruh 2 tim gasing dalam pertandingan yang mewakili Indoensia, yakni di Kabupaten Siak, Bengkalis dan Tanjung Pinang Kepri.
"Kami siap bertanding dan meraih poin dan juga terbaik dalam mengharumkan nama Indonesia dan DMDI Riau," ujarnya.
Ia menyebutkan, permainan gasing memiliki keunikan dan filsafat yang sangat tinggi dalam budaya Melayu. Bahkan simbol gasing menjadi penyemangat masyarakat Melayu, dimana gasing dapat mempersatukan masyarakat Melayu dalam memajukan olahraga tradisional, yang nantinya akan mendunia.
"Kami sudah beberapa kali mengikuti kejuaraan gasing nasional dan internasional. Tentunya ini akan terus menjadi pembelajaran tim kami untuk tampil terbaik dalam mengikuti gasing Pangkah Melaka," ujarnya.()
Foto
Ketua Rombongan Gasing asal DMDI Riau, dari Persatuan Gasing Riau H Arifin saat uji coba di Gelanggang Gasing Kampung Pengkalan Renggam Kandang Melaka, Kamis (2/7/2026) malam. ky