Tingkatkan Pelayanan Desa,

Tim PKM Implementasikan Chatbot AI

Tim PKM Implementasikan Chatbot AI
Tim PKM menyelenggarakan program transformasi digital pelayanan desa melalui Implementasi Chatbot AI pada Website Desa Berbasis Smart Village di Desa Air Putih, Kecamatan Bengkalis, Selasa (29/9/2026).

BENGKALIS - Guna mendorong tata kelola pemerintahan desa yang responsif dan modern, Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Politeknik Negeri Bengkalis (Polbeng) menyelenggarakan program transformasi digital pelayanan desa melalui Implementasi Chatbot AI pada Website Desa Berbasis Smart Village di Desa Air Putih, Kecamatan Bengkalis, Selasa (29/9/2026).

Dalam kegiatan itu, Desa Air Putih dijadikan sebagai lokasi studi kasus, agar menjadi langkah nyata dalam membawa teknologi kecerdasan buatan ke tengah masyarakat pedesaan.

Kolaborasi ini diinisiasi oleh tim akademisi yang diketuai oleh Wahyat dan didampingi oleh 1 anggota dosen di bidang teknologi, yakni Ryci Rahmatil Fiska dan Tenaga Kependidikan Syahril Rhamadan. Tidak hanya bergerak di level dosen, program ini juga melibatkan peran aktif mahasiswa, yaitu Anisa Rizqi, Alfi Maghfiro, dan Malisa Putri, sebagai wujud implementasi ilmu pengetahuan secara langsung di lapangan.

Kehadiran Chatbot berbasis Artificial Intelligence (AI) pada website resmi desa, dirancang untuk menjawab tantangan pelayanan publik yang selama ini terbatas oleh jam operasional kantor.

Ketua Tim Pengabdian Masyarakat Wahyat menyampaikan, bahwa adopsi teknologi AI bukan lagi sesuatu yang eksklusif untuk masyarakat perkotaan, melainkan fondasi penting dalam mewujudkan konsep Smart Village.

"Melalui Chatbot AI ini, masyarakat Desa Air Putih dapat mengakses berbagai informasi krusial. Mulai dari layanan administratif, syarat-syarat pembuatan surat pengantar, hingga pengumuman desa, kapan saja dan di mana saja selama 24 jam penuh. Ini adalah bentuk nyata dari efisiensi pelayanan birokrasi tingkat desa," jelas Wahyat.

Proses pengabdian ini tidak hanya berhenti pada pemasangan sistem pada website. Tim dosen beserta ketiga mahasiswa secara intensif memberikan pendampingan dan pelatihan kepada aparatur desa.

Anisa, Alfi, dan Malisa secara khusus mendampingi perangkat desa dalam menyusun dan mengelola basis data pengetahuan (knowledge base) agar respons Chatbot akurat dan sesuai dengan prosedur standar pelayanan di Desa Air Putih. Arsitektur sistem pun dirancang oleh Ryci dan Syahril dengan antarmuka yang seringan dan seramah mungkin agar mudah digunakan oleh berbagai kalangan usia.

Inisiatif transformasi digital ini disambut dengan antusiasme dan apresiasi tinggi oleh Kepala Desa Air Putih, Muhammad Syaifuddin. Ia menilai program PKM ini sebagai langkah terobosan yang sangat dibutuhkan oleh desanya.

"Kami atas nama pemerintah dan masyarakat Desa Air Putih sangat berterima kasih kepada Bapak Wahyat beserta seluruh dosen dan adik-adik mahasiswa. Kehadiran Chatbot AI ini adalah jawaban atas kebutuhan masyarakat kami akan akses pelayanan informasi yang cepat, mudah, dan tidak terbatas oleh waktu jam kerja kantor desa," ujar Syaifuddin.

Ia menyampaikan, harapannya agar teknologi ini dapat memberikan dampak jangka panjang yang positif. "Harapan saya, masyarakat tidak perlu ragu atau segan memanfaatkan fasilitas digital ini.

"Semoga dengan kemudahan ini, warga semakin melek teknologi, dan Desa Air Putih benar-benar bisa menjadi percontohan desa cerdas (Smart Village) yang mampu beradaptasi dengan kemajuan zaman. Kami berharap sinergi dengan pihak akademisi seperti ini dapat terus berlanjut di masa mendatang," jelasnya.

Menurutnya, dengan suksesnya implementasi ini, Desa Air Putih kini selangkah lebih maju, dalam memberikan pelayanan publik yang adaptif dan transparan, sekaligus membuktikan bahwa inovasi digital mampu menjangkau dan memberdayakan masyarakat hingga ke tingkat desa. **rls

Halaman :

Berita Lainnya

Index