Program Prioritas Presiden Dikawal dari Riau, KSP Dorong Penguatan Pembinaan Atlet NPC

Program Prioritas Presiden Dikawal dari Riau, KSP Dorong Penguatan Pembinaan Atlet NPC
Program Prioritas Presiden Dikawal dari Riau, KSP Dorong Penguatan Pembinaan Atlet NPC

UTUSANRIAU.CO, PEKANBARU —  Komitmen pemerintah dalam mengawal pelaksanaan program prioritas Presiden Republik Indonesia kembali diperkuat melalui kunjungan Staf Kepresidenan Republik Indonesia (KSP) ke Provinsi Riau, Selasa (29/9/2026). Mengusung tema “Berjuang Bersama Ukir Prestasi”, agenda tersebut menjadi momentum memperkuat sinergi pemerintah pusat dan daerah, sekaligus mendorong pembinaan atlet National Paralympic Committee (NPC) Riau.

Kunjungan tersebut tidak hanya membahas pengendalian program prioritas pemerintah, tetapi juga menyoroti sejumlah isu strategis, mulai dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG), pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, hingga pembangunan kepemudaan dan olahraga. Pertemuan pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Riau dan jajaran NPC Riau juga menjadi ruang membahas tantangan serta kebutuhan pembinaan atlet penyandang disabilitas.

Rombongan KSP dipimpin Plt. Deputi III Kepala Staf Kepresidenan, Dr. Yan Hiksas, S.E., M.Si., didampingi Tenaga Ahli Utama KSP Lindsey Afsari, S.T., M.I.Kom., Tenaga Ahli Madya KSP Drs. M. Udyiana Mulyadin, M.Pd., serta Tenaga Ahli KSP Drs. Hakimah Zakaria. Kehadiran jajaran KSP tersebut menegaskan pentingnya koordinasi lintas pemerintahan agar berbagai program prioritas dapat dilaksanakan secara efektif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Yan Hiksas menegaskan, pembangunan sumber daya manusia tidak cukup hanya melalui pemenuhan kebutuhan dasar. Pemerintah juga perlu membuka ruang seluas-luasnya agar setiap warga negara memiliki kesempatan mengembangkan potensi, meningkatkan kepercayaan diri dan menunjukkan kemampuan terbaiknya, termasuk bagi masyarakat penyandang disabilitas.

Dalam konteks olahraga, prestasi atlet dinilai memiliki arti penting bagi daerah maupun bangsa. Ketika atlet Indonesia tampil dan meraih prestasi di kompetisi internasional, perjuangan tersebut tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi dan daerah, tetapi juga membawa nama Indonesia serta mengibarkan Merah Putih di kancah dunia. Karena itu, pembinaan atlet membutuhkan dukungan berkelanjutan melalui sarana dan prasarana, program latihan, peningkatan kualitas pembinaan hingga kesempatan mengikuti berbagai kompetisi.

Selain olahraga, pertemuan tersebut turut menyoroti pentingnya memperluas kesempatan penyandang disabilitas dalam berbagai bidang kehidupan. Kesetaraan akses terhadap pekerjaan, pemberdayaan ekonomi dan ruang partisipasi sosial menjadi bagian penting dari pembangunan yang inklusif. Pemerintah daerah juga didorong memperkuat koordinasi agar program dan fasilitas pembangunan semakin terbuka bagi penyandang disabilitas.

Kadispora Riau Yurnalis, S.Sos., M.Si., menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Riau terus mendukung pelaksanaan program prioritas Presiden, khususnya di sektor kepemudaan dan olahraga. “Dorongan Pemprov untuk program Presiden terus berjalan dengan baik, termasuk pembinaan para atlet, terkhusus NPC,” ungkapnya. Menurutnya, pembinaan atlet membutuhkan proses panjang dan berkelanjutan, mulai dari peningkatan kemampuan hingga pemenuhan fasilitas dan pengalaman bertanding.

Sementara itu, Ketua NPC Riau Indra Warman mengapresiasi perhatian pemerintah terhadap pembinaan atlet penyandang disabilitas. Ia mengatakan dukungan yang diberikan selama ini pada prinsipnya sudah memadai, namun masih terdapat sejumlah aspek yang perlu dikembangkan untuk mendorong pertumbuhan prestasi atlet. “Pada prinsipnya, apresiasi dan dukungan yang diberikan sudah memadai. Namun, perlu kami sampaikan masih banyak yang mesti dikembangkan untuk pertumbuhan atlet ke depan dalam mencapai prestasi,” ujarnya.

Indra juga memaparkan perkembangan atlet NPC Riau yang tengah berjuang dalam berbagai kompetisi, termasuk di tingkat internasional dan Asia, dengan cabang olahraga seperti bulu tangkis dan sepak bola sifil. Bagi NPC Riau, pembinaan tidak semata-mata mengejar medali, tetapi juga menjadi ruang bagi penyandang disabilitas untuk menunjukkan kemampuan, membangun kemandirian dan meningkatkan kepercayaan diri.

Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan dialog dan tanya jawab mengenai perkembangan serta masa depan NPC Riau yang dipandu Tenaga Ahli Utama KSP, Lindsey Afsari, S.T., M.I.Kom.****rls/Ep

Berita Lainnya

Index